METRO UTAMA

Latest Post

Kisah Tahajud Seorang Pengangguran

Written By suara metro online on Rabu, 30 Juli 2014 | 16.08

SMO.COM - Banyak orang bergembira selepas lulus kuliah. Namun tidak demikian halnya dengan Faiz yang tampak sedih. Rupanya, karena ia telah mulai memahami bahwa kini terbentang masalah besar di hadapannya, salah satunya adalah kenyataan dirinya belum mendapatkan pekerjaan alias pengangguran.

Untuk menutup kepanikan, setiap ada yang bertanya telah bekerja di mana, akan dijawabnya "sedang transisi". Yang dimaksudnya sebagai transisi ialah proses mencari pekerjaan. Suatu hari, tak terduga olehnya bila di sebuah pameran buku, ia berjumpa dengan kakak kelasnya di sekolah menengah. Mereka berjumpa di sebuah acara talkshow tentang mukjizat sedekah, yang sekaligus launching buku tersebut.

Kepada kakak kelasnya itu, layaknya seorang adik, Faiz bercerita tentang kondisinya yang masih menganggur, dan sejauh mencari kerja ia belum juga mendapatkannya.

Sekian lamaran kerja sudah dikirimkannya, sebagian tak jelas nasibnya, sebagian dibalas dengan surat penolakan. Dasar sama-sama alumni sekolah agama, kakak kelasnya itu hanya berujar pendek, "Cobalah engkau tahajud". Faiz protes, ia ingin mendapatkan solusi yang rasional dan konkrit, bukan ceramah.

Kakak kelasnya menimpali, "Engkau coba tahajud dulu, sambil jalan kita pikirkan apa yang bisa dilakukan. Jelasnya kita perlu yakin kepada diri sendiri untuk dapat mulai melakukan sesuatu".

Meski kurang puas dengan jawaban kakak kelasnya, karena tidak sesuai dengan harapannya. Faiz tetap merenungkan saran itu sepanjang jalan pulang. Mulailah ia, dengan sedikit dongkol, mendirikan tahajud di tengah malam.

Ini merupakan sesuatu yang aneh bagi dirinya. Maklum, logikanya belum dapat menangkap apa yang diinginkan kakak kelasnya tersebut. Bagaimana mungkin, seorang pengangguran sepertiku, yang sedang membutuhkan pekerjaan, justru disarankan mendirikan tahajud?

Dalam tahajud hari pertama, Faiz belum mendapatkan apa-apa karena tidak mengerti apa yang harus diperbuatnya. Ia masih berpikir tentang kesulitan yang dialaminya dan nasihat kakak kelasnya untuk tahajud.

Namun Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya, hari demi hari, Faiz terheran-heran dengan kondisi dirinya. Ia tampak lebih tenang, tidak lagi panik seperti saat fresh graduate.

Di tengah tahajud ia kerap merenungkan perjalanan hidupnya, bagaimana dirinya telah mendapatkan banyak karunia dan rezeki dari Allah, termasuk lulus kuliah sementara banyak orang tak mampu meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi, dan yang kuliah pun banyak yang putus di tengah jalan. Atas rasa syukur itu Faiz menjadi lebih tenang menapaki masa depan yang terbentang di hadapannya.

Dengan bekal ketenangan hati itulah, Faiz coba mengontak lagi kakak kelasnya yang sempat ditemuinya di lokasi pameran. “Kebetulan kamu cepat mengontak, ada temanku yang butuh tenaga untuk mengisi pos marketing perusahaannya, “Apakah engkau mau?”.

Faiz terdiam dengan tawaran itu. Ia sadar diri, karena ia bukan orang yang tepat untuk posisi itu. Melihat Faiz tak juga menyahut, kaka kelasnya menyambung, “Apakah kamu tidak suka?, ya kita cari alternatif, saranku nggak usah pilih-pilih kerja, apalgi nunggu jadi PNS, atau kerja kantor, kerja itu yang penting halalan thayibah”, ujar kakak kelasnya.

Faiz masih berpikir, kakak kelasnya mengirim SMS : “Besok main ke rumahku saja. Kamu bantu-bantu di LSM temanku saja, karena besok sore dia akan kerumahku. Tapi, kamu tahu sendiri bagaimana cara kerja LSM kan? Kalau mau datang ya!”

Karena belum mendapat kejelasan hendak bekerja di mana. Faiz datang ke rumah kakak kelasnya, dan dipertemukan dengan teman kakak kelasnya itu. Faiz ditawari menjadi relawan pasca gempa. Setelah menimbang-nimbang, Faiz merasa pekerjaan yang ditawarkan itu tidak terlalu berat.

Ia hanya diminta untuk mendampingi anak-anak korban gempa, seperti melalui kegiatan pengajian dan bermain bersama. Dan Alhamdulillah, meskipun sebenarnya pekerjaan itu terlihat sepele, ia mendapatkan honor yang lebih dari cukup.

Ternyata selama ini, LSM tersebut sudah lama mencari relawan yang bisa mendampingi korban gempa melalui sarana keagamaan, seperti pengajian anak-anak. Itulah sebabnya mereka tak ragu untuk memberikan honor yang cukup besar kepada Faiz. Faiz sendiri heran dengan apa yang dialaminya. Subhanallah, inikah hidayah yang engkau kirimkan kepadaku lewat tahajud?, renung Faiz di sela tahajudnya.

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu". [QS. Ath-Thalaaq 65:2-3] - (Ust Yusuf Mansur) gho.blogs.

Kehancuran Israel Yang Di Janjikan Allah Didalam Al-Qur'an


  SMO.COM - Serangan demi serangan yang saling dilancarkan oleh tentara Hammas dengan tentara israel membuat semakin memanasnya peperangan diantara ke dua kubu yang bertikai. Dukungan dan doa juga tak henti-hentinya mengalir untuk rakyat Palestina yang tengah menghadapi kekejaman zionis israel.

Hal ini bukanlah yang pertama kali terjadi, sejak beberapa tahun lalu pun israel berambisi untuk menguasai Gaza dan Palestina, namun belum pernah berhasil, sekalipun mereka (israel) memiliki persenjataan yang canggih tapi belum mampu melumpuhkan kekuatan para Syuhada yang berjuang hanya dengan senjata yang apa adanya.

Bangsa israel mungkin boleh berbangga hati saat ini karena berhasil membunuh lebih banyak para Syuhada di pihak Palestina dibanding korban di pihak mereka sendiri. Namun dibalik kesembongan bangsa israel ini, Allah telah menjanjikan azab dan kehancuran atas keangkuhan mereka seperti yang tertulis didalam Al-Qur'an surat Al Isra’ ayat 4-5.

Dan kami tetapkan kepada Bani Israil di dalam kitab (Taurat),sesungguhn ya kamu akan membuat kerusakan di bumi (Palestina) dua kali, dan sesungguhnya kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila telah tiba janji pembalasan (atas kejahatanmu) untuk kali yang pertama dari dua (janji pembalasan), Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang tangguh dan hebat serangannya, lalu mereka menjelajah (merajalela) di segala pelosok kampung-kampung. Dan (peringatan ini) adalah sebuah janji yang pasti ditunaikan.” (QS Al Isra’ : 4-5)

Sebagai umat Islam, kita harus yakin bahwa apa yang dijanjikan Allah adalah benar. Allah akan menurunkan azabnya untuk bangsa israel yang memang terkenal memiliki watak iblis sejak jaman para Rasul dahulu.

Sifat-sifat bangsa israel / bani israil digambarkan di dalam Al-Qur'an sebagian besar sebagai manusia yang KERAS KEPALA, MEMBANGKANG, PESIMIS, TAMAK TERHADAP DUNIA, PENGECUT, SUKA MENGHINA, bahkan MEMBUNUH. Pembunuhan bukan hal asing dalam sejarah bangsa israel, bahkan nabi-nabi mereka, seperti Zakariyya dan Yahya pun dibunuh. Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Isa dan bangga atas usahanya.

Bukan hanya Al-Qur'an yang mengisahkan bakal hancurnya bangsa biadab ini. Beberapa bulan lalu seorang mantan penasehat keamanan nasional dan mantan Menlu Amerika yang awalnya mendukung israel, justru menyatakan bahwa Israel Akan Lenyap Dalam 10 Tahun Mendatang.

Semoga Allah segera menurunkan azabnya untuk bangsa israel tanpa harus menunggu 10 mendatang dan semoga para Syuhada yang Syahid  karena membela Islam mendapatkan tempat yang paling layak disisi Allah dan Rasulnya... Ammiinn....Gho Blog's

Dunia Menangis di Jalur Gaza. Mengapa Kita Diam!

Written By suara metro online on Selasa, 29 Juli 2014 | 17.49

SMO.COM -  Keberpihakan dunia barat atas tindakan keji zionis Israel semakin nyata, tidak ada rasa belas akan nasib masyarakat Gaza, beralasan mereka berbeda dan tak perlu dipedulikan nasibnya, itukah pikiran yang ada di kepala sebagian orang barat yang menyuarakan ‘humanisme’.
Membunuh satu manusia tanpa sebab yang benar, sama saja membunuh seluruh manusia di bumi, mempunyai makna yang sangat tinggi, harus disikapi secara cerdas, bahwa segala pembunuhan dengan alasan tak jelas (mengumbar nafsu) tidak bisa diterima, berdampak pada peperangan dan merusak perdamaian dunia pada akhirnya, bagaimana menciptakan Perdamaian jika kekejian terus menerus diperlihatkan oleh Bangsa Israel?

Dunia akan selalu bergejolak di wilayah Jalur Gaza, bisa dimaklumi, seadainya  negara sok berkuasa, terus-menerus melancarkan pembantaian bagi warga di wilayah tersebut, menciptakan peperangan demi kepuasan dan perluasan wilayah, didukung oleh pihak barat, tak peduli tindakan tersebut tidak dibenarkan.
Sumber: http://www.arrahmah.com/news/2014/07/09/israel-terus-bombardir-gaza-dunia-membisu.html

Stop berpikir picik tentang mereka berbeda, berhenti melenyapkan rakyat lemah yang ingin hidup damai di rumah-rumah mereka, biarkan kehidupan berwarna hadir dalam jalur damai tanpa kekerasan. Mereka hanyalah rakyat minoritas diatara belantara kesombongan Israel dan pendukungnya.

Wajar, kata jihad selalu muncul dalam mulut mereka, demi menjaga jiwa-jiwa tak berdosa terbunuh oleh tangan-tangan jahat bangsa yang semestinya sudah dimusnahkan oleh tentara Nazi. Berhenti menggempur rakyat tak berdosa, Kalaupun hati dan pikiran ingin berperang masih menghantui diri tentara Israel, nafsu berkuasa di tanah warga Palestina, tak akan lahir kata ‘ tenang’ dan hidup berdamai.(Yati - Kompasiana.com)

Sepuluh Anak-anak Palestina Syahid Pada Hari Pertama Lebaran Iedul Fitri. Inilah Lebaran Tragis


Sepuluh Anak-anak Palestina Syahid Pada Hari Pertama Lebaran Iedul Fitri


SMO.COM - Setidaknya sepuluh anak-anak Palestina syahid dan 45 lainnya terluka pada Senin oleh serangan Israel dari bagian barat Kota Gaza di kamp pengungsi As-Shati, kata seorang petugas Departemen Kesehatan Palestina.
Petugas, yang minta tidak disebutkan namanya, menambahkan bahwa mayat sepuluh anak tersebut tiba di Rumah Sakit As-Shefaa, mereka telah syahid oleh serangan Israel pada sebuah taman umum di kamp itu.
Dia juga menambahkan bahwa 45 korban luka telah tiba di rumah sakit, dan beberapa korban dalam kondisi yang serius.
Genangan darah terlihat di pantai taman kamp pengungsi di Gaza utara setelah terkena ledakan besar.

“Kami datang dari masjid ketika kami melihat anak-anak masih bermain dengan senjata mainan mereka. Beberapa detik kemudian sebuah rudal mendarat,” kata Munther Al-Derbi, seorang warga kamp.
“Semoga Tuhan mengazab Netanyahu,” katanya.
Sementara itu, Hamas mengecam pembantaian sepuluh anak itu, mengatakan Israel berhasil melakukan kejahatan ini karena dunia membiarkan pembantaian ini, tanpa melakukan tindakan apa-apa.
“Pembantaian anak-anak kamp pengungsi As-Shati sama saja dengan kejahatan perang,” kata juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri dalam sebuah pernyataan. “Ini menyakiti perasaan umat Islam yang tengah merayakan Iedul fitri,” tambahnya.
Israel membantah bertanggung jawab atas pembunuhan anak-anak tersebut.
Juru bicara militer Israel Avichay Adraee menuduh bahwa pemboman di kamp dan di Rumah Sakit As-Shefa disebabkan oleh rudal yang ditembakkan oleh pejuang palestina.
“Rudal-rudal itu jatuh di Jalur Gaza disebabkan oleh kesalahan mereka,” kata Adraee di akun Twitter-nya. 

Israel meluncurkan serangkaian serangan udara pada bagian yang berbeda dari Jalur Gaza pada hari Senin, hari pertama Iedul fitri.
PBB telah mengusulkan gencatan senjata 24 jam kedepan yang dimulai pada jam 02:00 hari Senin, namun Israel menolak itu.
Hamas sebelumnya mengatakan bahwa Israel menolak segala jenis gencatan senjata selama hari raya Iedul fitri. 

Sementara itu, Izzuddin Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas, pada Senin mengatakan bahwa mereka telah membunuh dua tentara Israel dalam bentrokan di Jalur Gaza utara. 

“Bentrokan meletus setelah pasukan Israel meratakan lahan pertanian di sisi timur kota Jabalia,” kata Al-Qassam dalam sebuah pernyataan, dan mencatat bahwa mereka telah membunuh dua tentara Israel dalam pertempuran. 

Pada hari Sabtu, petugas penyelamat selama 12 jam jeda kemanusiaan, berhasil mengevakuasi tubuh dari 117 warga Palestina, yang sebagian besar anak-anak dan perempuan, dari puing-puing rumah yang hancur akibat serangan Israel di bagian timur dan selatan Gaza.
Selain korban manusia, Israel juga menghancurkan 2.330 unit rumah di Gaza dan menghancurkan 23,160 blok apartemen lainnya, menurut Departemen Pekerjaan dan Perumahan Palestina. 

Sekitar 91 tentara Israel tewas dalam pertempuran di Gaza, sementara tiga warga sipil tewas oleh serangan roket Gaza pada kota-kota di Israel. (wb/muqawamah.com)

Pulang Mudik Membawa Petaka Atas Tuduhan Perbuatannya

SMO.COM - Melarikan diri untuk menghindari dari jeratan hukum bukan berarti kita selamat dari borgol. Namun sebaliknya, hal itu malah akan memberatkan hukuman bagi kita. Seperti yang terjadi pada, Z (37 tahun), warga Desa Belo Kecamatan palibelo Kab. Bima. Setelah menikmati perjalanan pelarianya selama lima tahun di kalimantan. Berniat pulang mudik untuk bertemu dengan keluarganya, pemuda yang sudah beristri ini langsung dibekuk Buru Seragap (buser) Polres Bima Kabupaten, di kediamannya Rt 09 desa setempat.

Penangkapan Z dilakukan berdasarkan kasus pemerkosaan terhadap Bunga (bukan nama aslinya) pada tahun 2009 lalu. Z merupakan tetangga korban, Bunga di perkosa di rumah pelaku, saat Bunga membuat kue dirumahnya. Usai melakukan yang tidak senono terhadap Bunga, pelaku langsung melarikan diri ke Kalimantan pada hari itu juga.

Bagaimanah ceritanya? Kasat Reskrim Polres Bima, IPTU A. Khaer kepada KM Sarei Ndai mengungkapkan, kasus yang dilakukan pelaku itu, terjadi pada tahuan 2009 lalu. Dimana pelaku pada saat itu memperkosa Bunga dirumahnya. Setelah pelaku kembali mudik, keluarga korban yang masih menyimpan rasa dendam dengan sikap pelaku. Langsung melaporkan kepada polisi terkait keberadaan pelaku tersebut.

“Kami sempat bingung kedatangan keluarga korban yang tiba-tiba menyuruh kami menangkap pelaku, sementara kami tidak tahu persoalanya,”akunya.

Dijelaskanya, laporan itu sempat membingungukan, karena kasusnya sudah lama. Namun setelah dicek digudang, ternyata berkas-berkas hasil laporan korban masih ada. setelah ditemukan berkas itu, baru anggota memahami kasus yang menimpa Bunga.  semuanya sudah lengkap berdasarkan hasil visum dan keterangan saksi, bahwa Z merupakan pelaku yang telah merengut kegadisan gadis berumur 15 tahun pada saat itu.

"Lihat bukti-bukti yang sudah cukup itu, saya langsung arahkan anggota buser menangkap pelaku. Dan saat ini pelaku sudah kami amankan di Mapolres Bima untuk keperluan penyelidikan,"ungkap khaer.

Dikatakanya, kejadian tersebut terjadi pada saat Bunga berumur (15 tahun). Korban mengaku diperkosa oleh Z dikamar pelaku, saat itu Bunga sedang membuatkan kue dirumahnya. setelah istrinya keluar rumah, tiba-tiba pelaku menyuruh Bunga mengambilkan rokok di kamarnya. Saat bunga berada di dalam kamar. Z, ikut masuk dan beraksi merampas kehormatan Bunga. Bunga sempat melawat, karena sudah tidak berdaya, bunga dibanting dan diancam. Akibatnya, kegadisan Bunga pun tak tertolong.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku. lanjut Khaer, pelaku mengkila kalau dirinya sudah mendapatkan kegadisan Bunga, ia hanya meraba-raba dan memeluk serta menciumnya saja. Walaupun demikian, mantan kaur Ops ini mengaku itu hanya jawaban pelaku. Tapi menurut saksi dan hasil visumlah yang bisa membuktikan kerjadian itu.

“Pelaku bisa saja mengelak dengan perbuatannya, tapi menurut bukti dan hasil visum. Bahwa Bunga positif telah diperkosa sesuai pengakuan korban, dirinya sudah melakukan hal itu. Sesuai keterangan saksi dan barang bukti visum, pelaku akan dijerat dengan pasal 289 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara,”pungkasnya.(Yadin) - 05

Lebaran di Palestina. Idul Fitri Lebih Sepi

Written By suara metro online on Minggu, 27 Juli 2014 | 07.53

SMO.COM - Berbeda dengan Indonesia, Idul Adha di dunia Arab lebih meriah daripada Idul Fitri. Suasana gembira dan saling berkunjung meramaikan hari raya ini. Di Palestina, pemerintah penjajah tidak mengijinkan penduduk Palestina yang hidup di dalam wilayah yang sekarang di kuasai Yahudi tahun 1948 (Palestina 48) untuk berkunjung kepada saudara mereka yang bertempat tinggal di Gaza, yang saat ini masih dikuasai oleh Hamas.

Alasan Yahudi, karena Gaza adalah musuh mereka. Di antara orang-orang yang memohon ijin berkunjung itu adalah saudara atau anak dari orang yang tinggal Gaza. Mereka sudah tidak pernah bertemu sejak Gaza dikuasai oleh Hamas.

Seorang anggota dewan perwakilan Yahudi (Knesset) yang berasal dari Harakah Islamiyah, Thalab Abu Arar, menilai penolakan permohonan ijin ini disebabkan orang-orang Yahudi sangat membenci bangsa Arab. Tidak mungkin ada hal yang menyebabkan seorang anak dilarang mengunjungi ibunya walaupun hanya di sebuah hari raya, selain karena kebencian pada ras tertentu.
Menurutnya, hal seperti ini baru sekali ini terjadi saat departemen keamanan Yahudi dipimpin oleh Moshe Ya’alon. Sikapnya yang didasarkan karena Gaza adalah musuh menunjukkan sikap yang sangat membenci terhadap bangsa Arab. (msa/dakwatuna/islammemo)

Pengertian Halal Bihalal dan Sejarahnya


Secara bahasa, halal bihalal adalah kata majemuk dalam bahasa Arab dan berarti halal dengan halal atau sama-sama halal. Tapi kata majemuk ini tidak dikenal dalam kamus-kamus bahasa Arab maupun pemakaian masyarakat Arab sehari-hari. Masyarakat Arab di Makkah dan Madinah justru biasa mendengar para jamaah haji Indonesia –dengan keterbatasan kemampuan bahasa Arab mereka- bertanya ‘halal?’ saat bertransaksi di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan. Mereka menanyakan apakah penjual sepakat dengan tawaran harga yang mereka berikan, sehingga barang menjadi halal untuk mereka. Jika sepakat, penjual akan balik mengatakan “halal”. Atau saat ada makanan atau minuman yang dihidangkan di tempat umum, para jamaah haji biasa bertanya “halal?” untuk memastikan bahwa makanan / minuman tersebut gratis dan halal untuk mereka.
Kata majemuk ini tampaknya memang ‘made in Indonesia’. Kata halal bihalal justru diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia.” [1]
Penulis Iwan Ridwan menyebutkan bahwa halal bihalal adalah suatu tradisi berkumpul sekelompok orang Islam di Indonesia dalam suatu tempat tertentu untuk saling bersalaman sebagai ungkapan saling memaafkan agar yang haram menjadi halal. Umumnya kegiatan ini diselenggarakan setelah melakukan salat Idul Fitri.[2] Kadang-kadang, acara halal bihalal juga dilakukan di hari-hari setelah Idul Fitri dalam bentuk pengajian, ramah tamah atau makan bersama.
Konon, tradisi halal bihalal mula-mula dirintis oleh KGPAA Mangkunegara I (lahir 8 April 1725), yang terkenal dengan sebutan ‘Pangeran Sambernyawa’. Untuk menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya, maka setelah salat Idul Fitri diadakan pertemuan antara raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana. Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri. Apa yang dilakukan oleh Pangeran Sambernyawa itu kemudian ditiru oleh organisasi-organisasi Islam dengan istilah halal bihalal. Kemudian instansi-instansi pemerintah/swasta juga mengadakan halal bihalal, yang pesertanya meliputi warga masyarakat dari berbagai pemeluk agama.[3]
Halal bihalal dengan makna seperti di atas juga tidak ditemukan penyebutannya di kitab-kitab para ulama. Sebagian penulis dengan bangga menyebutkan bahwa halal-bihalal adalah hasil kreativitas bangsa Indonesia dan pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat Indonesia[4]. Namun, dalam kaca mata ilmu agama, hal seperti ini justru patut dipertanyakan; karena semakin jauh suatu amalan dari tuntunan kenabian, ia akan semakin diragukan keabsahannya. Islam telah sempurna dan penambahan padanya justru mengurangi kesempurnannya. Tulisan pendek ini berusaha mengulas keabsahan tradisi halal bihalal menurut pandangan syariah.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan halal bihalal bukanlah tradisi saling mengunjungi di hari raya Idul Fitri yang juga umum dilakukan di dunia Islam yang lain. Tradisi ini keluar dari pembahasan tulisan ini, meskipun juga ada acara bermaaf-maafan di sana.
Hari raya dalam Islam harus berlandaskan dalil (tauqifiy)
Hukum asal dalam bab ibadah adalah bahwa semua ibadah haram sampai ada dalilnya. Sedangkan dalam bab adat dan muamalah, segala perkara adalah halal sampai ada dalil yang mengharamkannya. Perayaan hari raya (‘id) sebenarnya lebih dekat kepada bab mu’amalah. Tapi masalah ‘id adalah pengecualian, dan dalil-dalil menunjukkan bahwa ‘id adalah tauqifiy (harus berlandaskan dalil). Hal ini karena ‘id tidak hanya adat, tapi juga memiliki sisi ibadah. Asy-Syathibi mengatakan:
وإن العاديات من حيث هي عادية لا بدعة فيها، ومن حيث يُتعبَّد بها أو تُوْضع وضْع التعبُّد تدخلها البدعة.
“Dan sungguh adat istiadat dari sisi ia adat, tidak ada bid’ah di dalamnya. Tapi dari sisi ia dijadikan/diposisikan sebagai ibadah, bisa ada bid’ah di dalamnya.” [5]
Dan tauqifiy dalam perayaan ‘id memiliki dua sisi:
  1. Tauqifiy dari sisi landasan penyelenggaraan, di mana Nabi –shallallah ‘alaih wasallam- membatasi hanya ada dua hari raya dalam satu tahun, dan hal ini berdasarkan wahyu.
    عَنْ أَنَسِ بْنَ مَالِكٍ قَالَ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ؟ قَالُوا: كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ. قَالَ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا؛ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ.
    Anas bin Malik berkata: “Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- datang ke Madinah dan penduduknya memiliki dua hari di mana mereka bermain di dalamnya. Maka beliau bertanya: “Apakah dua hari ini?” Mereka menjawab: “Dahulu kami biasa bermain di dua hari ini semasa Jahiliyah.” Beliaupun bersabda: “Sungguh Allah telah menggantikannya dengan dua hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Abu Dawud no. 1134, dihukumi shahih oleh al-Albani) [6]Maka, sebagai bentuk pengalaman dari hadits ini, pada zaman Nabi –shallallah ‘alaih wasallam- dan generasi awal umat Islam tidak dikenal ada perayaan apapun selain dua hari raya ini [7], berbeda dengan umat Islam zaman ini yang memiliki banyak sekali hari libur dan perayaan yang tidak memiliki landasan syar’i.
  2. Tauqifiy dari sisi tata cara pelaksanaannya, karena dalam Islam, hari raya bukanlah sekedar adat, tapi juga ibadah yang sudah diatur tata cara pelaksanaannya. Setiap ibadah yang dilakukan di hari raya berupa shalat, takbir, zakat, menyembelih dan haramnya berpuasa telah diatur. Bahkan hal-hal yang dilakukan di hari raya berupa keleluasaan dalam makan minum, berpakaian, bermain dan bergembira juga tetap dibatasi oleh aturan-aturan syariah [8].

Pengkhususan membutuhkan dalil
Di satu sisi Islam telah menjelaskan tata cara perayaan hari raya, tapi di sisi lain tidak memberi batasan tentang beberapa sunnah dalam perayaan ‘id, seperti bagaimana menampakkan kegembiraan, bagaimana berhias dan berpakaian, atau permainan apa yang boleh dilakukan. Syariah Islam merujuk perkara ini kepada adat dan tradisi masing-masing.
Jadi, boleh saja umat Islam berkumpul, bergembira, berwisata, saling berkunjung dan mengucapkan selamat. Bahkan kegembiraan ini perlu ditekankan agar anggota keluarga merasakan hari yang berbeda dan puas karenanya, sehingga mereka tidak tergoda lagi dengan hari besar-hari besar yang tidak ada dasarnya dalam Islam [9].
Namun mengkhususkan hari Idul Fitri dengan bermaaf-maafan membutuhkan dalil tersendiri. Ia tidak termasuk dalam menunjukkan kegembiraan atau berhias yang memang disyariatkan di hari raya. Ia adalah wazhifah (amalan) tersendiri yang membutuhkan dalil.
Nabi –shallallah ‘alaih wasallam- dan para sahabat tidak pernah melakukannya, padahal faktor pendorong untuk bermaaf-maafan juga sudah ada pada zaman mereka. Para sahabat juga memiliki kesalahan kepada sesama, bahkan mereka adalah orang yang paling bersemangat utnuk membebaskan diri dari kesalahan kepada orang lain. Tapi hal itu tidak lantas membuat mereka mengkhususkan hari tertentu untuk bermaaf-maafan.
Jadi, mengkhususkan Idul Fitri untuk bermaaf-maafan adalan penambahan syariah baru dalam Islam tanpa landasan dalil. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
فَكُلُّ أمرٍ يَكُوْنُ المُقْتَضِي لِفعْلِه عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْجُوْداً لَوْ كَانَ مَصْلَحَةً وَلَمْ يُفْعَلْ، يُعْلَمُ أنَّهُ لَيْسَ بِمَصْلَحَةٍ.
“Maka setiap perkara yang faktor penyebab pelaksanaannya pada masa Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- sudah ada jika itu maslahat (kebaikan), dan beliau tidak melakukannya, berarti bisa diketahui bahwa perkara tersebut bukanlah kebaikan.” [10]

Serupa dengan bersalam-salaman setelah shalat dan mengkhususkan ziarah kubur di hari raya
Karena tidak dikenal selain di Indonesia dan baru muncul pada abad-abad terakhir ini, tidak banyak perkataan ulama yang membahas secara khusus tentang halal bihalal. Namun ada masalah lain yang memiliki kesamaan karakteristik dengan halal bihalal dan sudah banyak dibahas oleh para ulama sejak zaman dahulu, yaitu masalah berjabat tangan atau bersalam-salaman setelah shalat dan pengkhususan ziarah kubur di hari raya.
Berjabat tangan adalah sunnah saat bertemu dengan orang lain, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:
عَنِ الْبَرَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَاََََ
Dari al-Bara’ (bin ‘Azib) ia berkata: Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- bersabda: “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan, melainkan keduanya sudah diampuni sebelum berpisah.” (HR. Abu Dawud no. 5.212 dan at-Tirmidzi no. 2.727, dihukumi shahih oleh al-Albani) [11]
Tapi ketika sunnah ini dikhususkan pada waktu tertentu dan diyakini sebagai sunnah yang dilakukan terus menerus setiap selesai shalat, hukumnya berubah; karena pengkhususan ini adalah tambahan syariah baru dalam agama. Di samping itu, bersalama-salaman setelah shalat juga membuat orang tersibukkan dari amalan sunnah setelah shalat yaitu dzikir [12].
Ibnu Taimiyyah ditanya tentang masalah ini, maka beliau menjawab: “Berjabat tangan setelah shalat bukanlah sunnah, tapi itu adalah bid’ah, wallahu a’lam” [13].
Lebih jelas lagi, para ulama menghitung pengkhususan ziarah kubur di hari raya termasuk bid’ah[14] ,padahal ziarah kubur juga merupakan amalan yang pada dasarnya dianjurkan dalam Islam, seperti dijelaskan dalam hadits berikut:
عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا؛ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَة
Dari Buraidah (al-Aslami) ia berkata: Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- bersabda: “Sungguh aku dulu telah melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah; karena ia mengingatkan akhirat.” (HR Ashhabus Sunan, dan lafazh ini adalah lafazh Ahmad (no. 23.055) yang dihukumi shahih oleh Syu’aib al-Arnauth)
Demikian pula berjabat tangan dan bermaaf-maafan adalah bagian dari ajaran Islam. Namun ketika dikhususkan pada hari tertentu dan diyakini sebagai sunnah yang terus menerus dilakukan setiap tahun, hukumnya berubah menjadi tercela. Wallahu a’lam.

Beberapa pelanggaran syariah dalam halal bihalal
Di samping tidak memiliki landasan dalil, dalam halal bihalal juga sering didapati beberapa pelanggaran syariah, di antaranya:
  1. Mengakhirkan permintaan maaf hingga datangnya Idul Fitri. Ketika melakukan kesalahan atau kezhaliman pada orang lain, sebagian orang menunggu Idul Fitri untuk meminta maaf, seperti disebutkan dalam ungkapan yang terkenal “urusan maaf memaafkan adalah urusan hari lebaran”. Dan jadilah “mohon maaf lahir batin” ucapan yang “wajib” pada hari Raya Idul Fitri. Padahal belum tentu kita akan hidup sampai Idul Fitri dan kita diperintahkan untuk segera menghalalkan kezhaliman yang kita lakukan, sebagaimana keterangan hadits berikut:
    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا؛ فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلا دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ
    Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- bersabda: “Barang siapa melakukan kezhaliman kepada saudaranya, hendaklah meminta dihalalkan (dimaafkan) darinya; karena di sana (akhirat) tidak ada lagi perhitungan dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diberikan kepada saudaranya, dan jika ia tidak punya kebaikan lagi, maka keburukan saudaranya itu akan diambil dan diberikan kepadanya”. (HR. al-Bukhari nomor 6.169)
  2. Ikhtilath (campur baur lawan jenis) yang bisa membawa ke maksiat yang lain, seperti pandangan haram dan zina. Karenanya, Nabi –shallallah ‘alaih wasallam- melarangnya, seperti dalam hadits Abu Usaid berikut:
    عَنْ أَبِى أُسَيْدٍ الأَنْصَارِىِّ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ وَهُوَ خَارِجٌ مِنَ الْمَسْجِدِ فَاخْتَلَطَ الرِّجَالُ مَعَ النِّسَاءِ فِى الطَّرِيقِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِلنِّسَاءِ « اسْتَأْخِرْنَ فَإِنَّهُ لَيْسَ لَكُنَّ أَنْ تَحْقُقْنَ الطَّرِيقَ عَلَيْكُنَّ بِحَافَاتِ الطَّرِيقِ ». فَكَانَتِ الْمَرْأَةُ تَلْتَصِقُ بِالْجِدَارِ حَتَّى إِنَّ ثَوْبَهَا لَيَتَعَلَّقُ بِالْجِدَارِ مِنْ لُصُوقِهَا بِهِ.
    Dari Abu Usaid al-Anshari ia mendengar Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- berkata saat keluar dari masjid dan kaum pria bercampur baur dengan kaum wanita di jalan. Maka beliau mengatakan kepada para wanita: “Mundurlah kalian, kalian tidak berhak berjalan di tengah jalan, berjalanlah di pinggirnya.” Maka para wanita melekat ke dinding, sehingga baju mereka menempel di dinding, saking lekatnya mereka kepadanya”. (HR. Abu Dawud no. 5272, dihukumi hasan oleh al-Albani) [15]
  3. Berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Maksiat ini banyak diremehkan oleh banyak orang dalam halal bihalalatau kehidupan sehari-hari, padahal keharamannya telah dijelaskan dalam hadits berikut:
    عن مَعْقِل بن يَسَارٍ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ”
    Dari Ma’qil bin Yasar ia berkata: Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- bersabda: “Sungguh jika seorang di antara kalian ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HR. ath-Thabrani, dihukumi shahih oleh al-Albani) [16]
    Al-Albani berkata: “Ancaman keras bagi orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya. Di dalamnya terkandung dalil haramnya menjabat tangan wanita, karena tidak diragukan lagi bahwa berjabat tangan termasuk menyentuh. Banyak umat Islam yang jatuh dalam kesalahan ini, bahkan sebagian ulama.” [17]

Penutup
Dari paparan di atas, bisa kita simpulkan bahwa yang dipermasalahkan dalam halal bihalal adalah pengkhususan bermaaf-maafan di hari raya. Pengkhususan ini adalah penambahan syariah baru yang tidak memiliki landasan dalil. Jadi seandainya perkumpulan-perkumpulan yang banyak diadakan untuk menyambut Idul Fitri kosong dari agenda bermaaf-maafan, maka pertemuan itu adalah pertemuan yang diperbolehkan; karena merupakan ekspresi kegembiraan yang disyariatkan Islam di hari raya, dan batasannya merujuk ke adat dan tradisi masyarakat setempat. Tentunya jika terlepas dari pelanggaran-pelanggaran syariah, antara lain yang sudah kita sebutkan di atas. Selain di Indonesia, pertemuan yang umum disebut mu’ayadah (saling mengucapkan selamat ‘id) ini juga ada di belahan dunia Islam lain tanpa pengingkaran dari ulama.
Bagi yang mengatakan “ah, cuma begini saja kok tidak boleh!“, ingatlah bahwa Nabi –shallallah ‘alaih wasallam- menyebut setiap perkara baru dalam agama sebagai syarrul umuur (seburuk-buruk perkara). Maka bagaimana kita bisa meremehkannya? Setiap muslim harus berhati-hati dengan perkara-perkara baru yang muncul belakangan. Amalkanlah sunnah dan Islam yang murni, karena itulah wasiyat Nabi tercinta –shallallah ‘alaih wasallam-. Wallahu a’lam.

[1] http://bahasakita.com/2009/08/23/halal-bi-halal2/
[2] http://bahasakita.com/2009/08/23/halal-bi-halal2/
[3] http://bahasakita.com/2009/08/23/halal-bi-halal2/
[4] http://bahasakita.com/2009/08/23/halal-bi-halal2/
[5] Al-I’tisham, 2/98
[6] Shahih Sunan Abi Dawud, 4/297
[7] Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim, 1/499
[8] Mi’yarul Bid’ah hal. 262
[9] Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim, 2/6
[10] Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim, 2/101
[11] As-Silsilah ash-Shahihah, 2/24 no. 525
[12] Fatawa Syaikh Abdullah bin ‘Aqiel, 1/141.
[13] Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah, 23/339
[14] Al-A’yad wa Atsaruha ‘alal Muslimin, hal. 247
[15] As-Silsilah ash-Shahihah, 2/355 no. 856
[16] Ghayatul Maram, 1/137
[17] Majmu’ Fatawa al-Albani, 1/220 (asy-Syamilah)

Penulis: Ustadz Anas Burhanuddin MA.
Artikel Muslim.Or.Id

Enam Cara Perawatan Mobil Paska Lebaran

Written By suara metro online on Sabtu, 26 Juli 2014 | 16.51


SMO.COM - Perawatan mobil Pribadi anda adalah kewajiban bagi pemilik mobil untuk perjalanan selalu nyaman dan mesin mobil selalu dalam keadaan baik untuk digunakan apa lagi setelah melakukan perjalanan mudik lebaran.
Survei terbaru menunjukkan bahwa 5 dari 10 kecelakaan bisa saja dialihkan dengan hanya melakukan perawatan dasar pada kendaraan Anda. Hanya dengan melakukan perawatan sederhana pada kendaraan Anda, Anda dapat memperpanjang umur mobil Anda, membantu dengan environmen sehat dan stabil.
Perawatan dasar dimulai dengan dasar Anda tune-up. Untuk itu Anda perlu busi, kabel pengapian, topi distributer dan rotor.

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga mesin mobil Anda selalu dalam keadaan baik:

1. Oli merupakan sesuatu yang vital bagi mesin Mobil.
Anda mengganti oli mobil setiap 3.000 sampai 5.000 mil. Mesin Anda akan mulai membuat suara-suara aneh jika tidak dilakukan penggantian oli. Ketika melakukan ganti oli, pastikan Anda mengubah filter oli juga. Ini akan tidak ada gunanya jika Anda menjalankan minyak bersih melalui filter oli kotor apa lagi setelah anda melakukan perjalanan jauh seperti mudik kemarin.
Oli berperan mengurangi gesekan-gesekan internal di dalam mesin. tanpa adanya oli,gesekan2 ini akan membuat komponen mesin2 tertentu cepat rusak atau aus.Dengan kata lain,keberadaan oli akan membuat mesin lebih awet.pada dasarnya sebuah Mobil memerlukan oli dengan kekentalan tertentu. akibat adanya pembakaran didalam mesin ketika Mobil akan dijalankan akan membuat tingkat kekentalan oli berubah,sehingga dalam waktu tertentu kekentalan oli berubah,sehingga dalam waktu tertentu kekentalan oli di dalam mesin tidak lagi sesuai dengan kondisi internal mesin.Oleh karna itu,penggantian oli mesin mobilharus dilakukan secara rutin berdasarkan jarak tempuh kendaraan.

2.Periksa Keadaan Radiator Mobil.
Radiator pada mesin mobil berperan untuk menjaga suhu mesin tetap dingin,artinya radiator merupakan komponen yang berfungsi untuk menjaga mesin agar tidak cepat panas (over heating).Dengan rutin memeriksa radiator yang meliputi pemeriksaan kebocoran,pengurasan,dan penggantian air, maka performa radiator akan tetap terjaga,sehingga tugasnya sebagai pendingin mesin akan tetap terjaga.Idealnya penggantian atau pengurasan air radiator dilakukan untuk setiap jarak tempuh sekitar 10.000 km.

3.Mengecek starter pada mobil.
Bila mobil tidak bisa di-starter adalah karena suplai bahan bakar/udara yang kurang pada sistem karburator (dalam hal ini berarti saringan karburator kotor). Periksa saringannya, cabut filter-nya dan bersihkan dengan kuas atau sikat gigi. Jangan gunakan alat pemanas seperti hair-dryer dan sejenisnya, karena hal tersebut bisa merusak dinding saringan udara.Bila semuanya sudah dilakukan dan tidak ada perkembangan, bawalah mobil Anda ke bengkel terdekat.

4.Periksa timing belt
timing belt merupakan sabuk yang berfungsi untuk meneruskan putaran roda2 gigi yang terhubung ke bagian internal mesin.Timing belt yang rusak ditandai dengan menimbulkan suara2 dengung yang bising ketika mesin mulai dijalankan.kerusakan timing belt yang di biarkan berlarut akan menyebabkan timing belt tersebut putus dan putusnya timing belt secara tiba2 akan membuat komponen2 tertentu pada mesin rusak.selain itu,suplay listrik pada akumulator bisa tidak maksimal.

5.Sesekali Lakukan Penarikan Gas dengan Kuat
Penarikan gas yang kuat ketika kendaraan melaju dapat membuat karak pada ruang pembakaran semakin berkurang,tetapi lakukan hal ini sesekali saja.Semoga tips ini dapat menjaga mesin anda lebih awet dan terawat.

6.Lakukan Tune Up secara rutin
Tune Up rutin di bengkel2 akan membuat mesin tetap awet,hal ini karena pada proses tune up keadaan komponen2 vital yang berhubugan dengan mesin seperti busi,filter bahan bakar dan oli akan terperiksa.

semoga ke enam tips ini dapat memperpanjang umur mesin mobil anda pasca mudik lebaran.     ..... (w33-motormobile.ne)

Pemkot Tangerang Minta PNS Tidak Melebihi Cuti Lebaran

SMO.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melarang keras pegawai mengambil cuti tambahan, pasca Idul Fitri atau Lebaran. Sementara tidak semua pegawai diburkan, yang bertugas melayani publik saat Lebaran mendapatkan upah lembur. 

Seketaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Dadi Budaeri mengatakan, berdasarkan ketentuan dari pemerintah pusat libur nasional dan cuti bersama 2014 dimulai dari 28 Juli hingga 1 Agustus. Pegawai mulai kembali masuk kerja pada 4 Agustus 2014 mendatang. 

”Tidak boleh menambah libur cuti, pasca Lebaran, ” kata Dadi Budaeri.  kemarin. Menurut mantan Kepala Dinas Inspektorat itu, pemberian cuti tambahan memiliki aturan khusus. Salah satunya, pegawai mengambil cuti tiap dua tahun sekali dan kampung hamalannya jauh sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa sampai ke sana. 

”Dengan kasus seperti ini, pertimbangan dapat diberikan,” ujarnya sembari menjelaskan pemotongan tunjangan akan diberlakukan bagi pegawai yang melanggar PP Nomor 53. Bahkan sampai sanksi berat atau pemecatan, apabila ada PNS yang tidak mengindahkan aturan.
Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menambahkan tidak semua pegawai di lingkungan Pemkot Tangerang diliburkan. Pegawai yang masuk saat Lebaran karena melayani publik mendapatkan upah lembur. ”Ada pegawai yang tidak libur karena bertugas di hari raya Idul Fitri,” ujar Sachrudin.
Pegawai yang tidak libur tersebut, terang Sachrudin, tenaga kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Dinas Perhubungan. Mereka diharuskan kerja karena berkaitan dengan kegiatan mudik Lebaran yang dilangsungkan oleh warga.
”Mereka bekerja selama 24 jam untuk melayani para pemudik. Sebagai apresiasi atas pekerjaan mereka, Pemkot Tangsel akan memberikan semacam upah lembur,” katanya.
Puskesmas Buka 24 Jam
Sementara Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melarang pegawai Puskesmas meliburkan diri selama cuti Lebaran nanti. Seluruh layananan kesehatan itu dikhususkan untuk pelayanan pemudik.
”Tindakan itu untuk mengantisipasi pasien rujukan, dan pelayanan dokter dan perawat di rumah sakit 24 jam,” katanya, Kamis (24/7) kemarin. Pria yang akrab disapa Pepen mengaku, ada tiga puskesmas yang buka selama 24 jam. 

Ketiganya, difokuskan untuk antisipasi kecelakaan selama lebaran. Pasalnya, tiga Puskesmas ini merupakan lintasan yang dilalui pemudik. “Mereka disiapkan untuk membantu memberikan pelayanan kesehatan untuk pemudik,” paparnya. Sejauh ini, pelayanan kesehatan itu kata Pepen untuk mengantisipasi bila terjadi kecelakaan. 

Bahkan, jumlah petugas yang disiapkan telah disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan Puskesmas. Namun, menurutnya, tetap ada koordinasi dengan Rumah Sakit Swasta terdekat atau RSUD Kota Bekasi. ”IGD RSUD dan rawat inap buka selama 24 jam. Untuk rawat inap, dokter akan tetap bekerja seperti hari biasa, sedangkan di IGD ditempatkan dokter jaga secara bergantian,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Anne Nur Chandarani mengatakan, pihaknya sudah menaruh beberapa petugas pos pelayanan mudik di Jalan M Hasibuan atau depan Bekasi Cyber Park. Di Pos tersebut terdapat dokter, perawat dan mobil ambulance sebagai antisipasi kebutuhan pertolongan medis. 

”Kami sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian,” katanya. Dia menambahkan, petugas medis yang disediakan itu akan bekerja melayani kesehatan pemudik selama 24 jam. Mereka ditugaskan secara bergantian hingga sepekan sehabis perayaan lebaran.
“Posko tersebut sudah dioperasikan H-7 hingga H+7 lebaran, dan bekerjasama dengan pihak kepolisian,” katanya. (fin/dny/idopos)

Sunnah Lebaran: Menjemput Takwa di Hari yang Fitri

SMO.COM - Di Indonesia, Hari Raya Idul Fitri dirayakan besar-besaran. Bahkan sampai muncul istilah “mudik”. Yakni di mana umat Muslim Indonesia berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri atau Lebaran bersama keluarga.

Rasululullah SAW sendiri sebenarnya tak terlalu mengistimewakan hara raya tersebut. Justru hari raya yang jatuh berdekatan dengan Idul Fitri, yaitu Idul Adha-lah yang diistimewakan.
“Secara hukum, Idul Fitri adalah sunnah. Tapi Rasulullah tidak pernah meninggalkannya. Pelaksanaannya pun bisa di masjid atau lapangan, tergantung situasi,” papar Ustadz Yayat, dari Bidang Dakwah Masjid Salman ITB.

“Idul Fitri” secara bahasa berarti “Hari Raya Makan Pagi”. “Idul” artinya “Hari Raya”, dan “Fitri” bermakna “Makan Pagi”. Itulah mengapa kita disunnahkan untuk makan pagi agar tidak terburu-buru berangkat salat. Di sisi lain, kata “Fitri” juga bisa diterjemahkan sebagai “Fitrah”.

Pelaksanaan Idul Fitri lebih utama diakhirkan, biasanya 75 menit setelah waktu Subuh. Di antara Subuh dan menjelang salat Ied, juga diutamakan untuk memenuhi amalan dzikir, seperti takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih. Ini berbeda dengan Idul Adha yang mesti dipagikan, karena setelah salat ada penyembelihan hewan kurban.
Selain mengutamakan hal tadi, sunnah pada hari Idul Fitri yakni memakai pakaian yang bersih dan suci.

“Sebaiknya tidak memakai baju dan wewangian yang menggoda,” lajut Yayat. Idul Fitri layaknya menjadi momen di mana umat menjadi orang yang bertakwa. Yayat menjelaskan, hal itu dipaparkan pada al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 183. Dalam ayat itu diterangkan bahwa tujuan shaum ialah untuk menjadi orang yang bertakwa.

“Harapannya, semoga Allah menjadikan kita orang yang kembali dan menjemput kemenangan. Seperti dalam hadist yang sering dipenggal, “Minal ‘aidin wal faizin,”” pungkas Yayat.http://salmanitb.com

PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) meluncurkan layanan Delima Remittance di Taiwan.

SMO.COM  - Dalam rangka meningkatkan eksistensi Telkom di dalam percaturan bisnis global, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) meluncurkan layanan Delima Remittance di Taiwan. Peluncuran layanan Delima Remittance ini bertujuan memberikan layanan pengiriman uang untuk melayani masyarakat Indonesia yang berada di Taiwan.

Launching layanan Delima Remittance di Taiwan tersebut ditandai dengan Penandatanganan  Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Utama Finnet Indonesia (anak perusahaan Telkom), Otong Iip dengan Direktur Indonesia Delivery Express (Index) Chou Lin Chieh yang disaksikan oleh Direktur Enterprise and Business Service Telkom, Muhammad Awaluddin pada hari Selasa, 22 Juli 2014 di Taipei City, Taiwan.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin menyampaikan, “Finnet Indonesia menyediakan infrastruktur dan platform aplikasi untuk layanan remittance dan multi payment onlinedengan brand Delima yang berbasis ICT sehingga dapat meningkatkan layanan transaksi pengiriman uang oleh Index antara Taiwan dan Indonesia. Dengan kerja sama ini, Index yang saat ini mempunyai 20 cabang/outlet dapat bertransaksi dengan seluruh Agen Delima di seluruh Indonesia dan bank-bank yang ada di Indonesia.”

Direktur Utama Finnet Indonesia Otong Iip menambahkan, “Masyarakat Indonesia di Taiwan yang akan mengirimkan uangnya ke Indonesia lewat Index semakin dimudahkan dengan dua pilihan layanan. Yang pertama, mengirimkan uangnya ke rekening bank di Indonesia dan yang kedua, mengirimkan uang kepada keluarganya secara cash dan keluarganya dapat mengambil uang tersebut di Agen Delima di seluruh Indonesia.

“Delima memberikan layanan yang ‘Mudah, Murah, dan Menguntungkan’. Dengan menggunakan Delima, transaksi pengiriman uang menjadi mudah caranya, murah biayanya dan sangat menguntungkan, baik bagi customer maupun bagi Agen Delima,” tegas Awaluddin.
Telkom merambah bisnis international remittance lewat Delima dengan konsep “business follows the people”, dengan menyasar negara-negara dimana masyarakat Indonesia khususnya TKI yang berada di negara tersebut cukup besar. Jumlah masyarakat Indonesia di Taiwan lebih dari sekitar 200.000 orang dan uang yang dikirimkan ke Indonesia dari Taiwan pada tahun 2013 sekitar Rp 8,4 Triliun, menduduki peringkat 3 international remittance yang masuk ke Indonesia setelah dari Malaysia dan Arab Saudi. Beroperasinya layanan Delima Remittance di Taiwan ini menyusul layanan Delima Remittance yang telah beroperasi lebih dulu di Hongkong, September 2013 lalu. Karena banyaknya pemain besar bisnis international remittance di Taiwan, untuk tahun pertama Telkom tidak muluk-muluk dalam memasang target. Diharapkan uang yang ditransaksikan melalui Delima Remittance ini dapat mencapai Rp 60 Miliar dengan jumlah transaksi sebesar 20.000 transaksi.

Telkom menggarap bisnis international remittance melalui anak perusahaannya Finnet Indonesia yang memang dibentuk untuk menangani bisnis transaksi keuangan . Finnet Indonesia mempunyai kapabilitas yang lengkap dan pengalaman yang cukup panjang di bisnis transaksi keuangan.

Mengenal Makna “MINAL AIDIN WAL FAIDZIN” Dan Ucapan Pada Hari ‘Ied

Written By suara metro online on Jumat, 25 Juli 2014 | 15.57


Frasa yang akan banyak diucapkan orang di hari berbuka (baca: ‘iedul fitri) adalah “MINAL AIDIN WAL FAIZIN”. Seringkali frasa berbahasa Arab ini diikuti dengan frasa berbahasa Indonesia: maaf lahir dan batin. Orang mengucapkan dua frasa ini biasanya sambil menyorongkan tangan untuk bersalaman.  SMS pun akan banyak mengutip frasa ini. Bahkan iklan di media cetak dan televisi juga menampilkan rangkaian kata ini. Seringkali pula tulisan berhuruf latin ini dibikin sedemikian rupa sehingga menyerupai kaligrafi huruf Arab.
Tapi, tahukah Anda bahwa frasa “Minal Aidin Wal Faizin” itu tidak dikenal dalam budaya Arab (terlebih lagi dalam islam)?
Dalam buku berjudul “Bahasa!” terbitan TEMPO. Di halaman 177 buku ini, Qaris Tajudin mengungkapkan bahwa memang frasa Minal Aidin Wal Faizin “berasal dari bahasa Arab, bahasa yang banyak menyumbang istilah keagamaan di Indonesia, baik agama Islam maupun Kristen.” Qaris mengatakan bahwa selain tidak dikenal dalam budaya Arab, frasa Minal Aidin Wal Faizin juga hanya dapat dimengerti oleh orang Indonesia. Frasa ini bisa ditemui dalam kamus bahasa Indonesia, tapi tidak ditemukan dalam kamus bahasa Arab, kecuali dalam lema kata per kata.
Lalu, apa arti Minal Aidin Wal Faizin? Terjemahan frasa ini adalah: dari orang yang kembali dan orang-orang yang menang. Mungkin maksud lengkapnya adalah:”Semoga Anda termasuk orang-orang yang kembali (ke jalan Tuhan) dan termasuk orang yang menang (melawan hawa nafsu).” ternyata, adalah kesalahan besar jika kita mengartikan Minal Aidin Wal Faizin dengan “mohon maaf lahir dan batin”.
[dinukil dari: http://jalansutera.com]
Ucapan pada hari ‘ied
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang ucapan selamat pada hari raya maka beliau menjawab [Majmu Al-Fatawa 24/253] :
“Ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Ied :

Taqabbalallahu minnaa wa minkum

“Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian”
Dan (Ahaalallahu ‘alaika), dan sejenisnya, ini telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat bahwa mereka mengerjakannya. Dan para imam memberi rukhshah untuk melakukannya seperti Imam Ahmad dan selainnya.
Akan tetapi Imam Ahmad rahimahullah berkata :
“Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya. Yang demikian itu karena menjawab ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan dan tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu a’lam.” [Lihat Al Jauharun Naqi 3/320. Berkata Suyuthi dalam 'Al-Hawi: (1/81) : Isnadnya hasan]
Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari [2/446] :
“Dalam “Al Mahamiliyat” dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata :
“Artinya : Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”.
Ibnu Qudamah rahimahullah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka”
Imam Ahmad rahimahullah menyatakan : “Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)” [2]
Adapun ucapan selamat : (Kullu ‘aamin wa antum bikhair) atau yang semisalnya seperti yang banyak dilakukan manusia [seperti "minal aidin wal faidzin" yang tersebar luas di Indonesia], maka ini tertolak tidak diterima, bahkan termasuk perkara yang disinggung dalam firman Allah,

أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ ؟

“Apakah kalian ingin mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?” [Al-Baqåråh: 61]
[Disalin dari buku Ahkaamu Al Iidaini Fii Al Sunnah Al Muthahharah, edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari, terbitan Pustaka Al-Haura', penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein]
Foote Note:
[1]. Al Jalal As Suyuthi menyebutkan dalam risalahnya ” Wushul Al Amani bi Ushul At Tahani” beberapa atsar yang berasal lebih darisatu ulama Salaf, di dalamnya ada penyebutan ucapan selamat

http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2009/09/20/mengenal-makna-minal-aidin-wal-faidzin-dan-ucapan-pada-hari-ied/
—————————————

SALAH KAPRAH TENTANG UCAPAN “MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN”

Minal Aidzin Wal Faidzin??
Di masyarakat muslim di indonesia sering mendengar/mengucapkan kata yg kaya gitu diikutin dah dengan kata ‘Mohon Maaf lahir batin’.
kurang lebih seperti ini: “MINALAIDIN WAL FAIDZIN – MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN”.
mungkin yang mengucapkan berpikir bahwa Minal Aidzin Wal Faidzin Ini berarti: Mohon Maaf Lahir dan Batin..
Benar ndak sich ?
Mari qta Coba perhatiin dan analisa,
Jika dua frase itu diartikan secara menyeluruh dalam bahasa indonesia yg benar:
“TERMASUK DARI ORANG ORANG YANG KEMBALI SEBAGAI ORANG YANG MENANG – Mohon maaf lahir dan Batin”.
Sepertinya rada ngaco dech, do’a bukan.. salam bukan juga. ( nah loh…)
Lebih detailnya…
Cekidot >>penerjemahan makna frase Minal Aidzin Wal Faidzin dalam bahasa Arab berikut:
Min, artiinya “termasuk”.
Al-aidin, artinya”orang-orang yang kembali”
Wa, artinya “dan”
Al-faidzin, artinya “ menang”.
Jadi makna “Minal Aidzin Wal Faidzin” jika diLebaykan diartikan dalam kai’dah tatabahasa Arab – Indonesia yg benar adalah: “Termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan ramadhan) sebagai orang yang menang”.
Terus yang bener yg gmn??
“Ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Ied :

Taqabbalallahu minnaa wa minkum

“Artinya : Semoga Alloh menerima dari kami dan dari kalian”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah [Majmu Al-Fatawa 24/253].
Dalam ‘Al Mahamiliyat’ dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata :
“Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Alloh menerima dari kami dan darimu)”.
Al Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari [2/446] Muhammad bin Ziyad berkata:
“Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Ied berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : “Taqabbalallahu minnaa wa minka”
(Ibnu Qudamah dalam “Al- Mughni” (2/259)
IMAM AHMAD menyatakan bahwa ini adalah “Isnad hadits Abu Umamah yang Jayyid/Bagus.
Beliau menambahkan : “Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun,
namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya.
Yang demikian itu karena menjawab ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan dan tidak pula dilarang.
Adapun ucapan selamat : (Kullu ‘aamin wa antum bikhair) atau yang semisalnya seperti yang banyak dilakukan manusia (seperti “minal aidin wal faidzin” yang tersebar luas di Indonesia), maka ini tertolak tidak diterima, bahkan termasuk perkara yang disinggung dalam firman Allah,

أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ

“Apakah kalian ingin mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?” (Al-Baqarah: 61)
“Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu a’lam.” [Al Jauharun Naqi 3/320. Suyuthi dalam 'Al-Hawi: (1/81) : Isnadnya hasan].
sooo… Sekarang terserah kamu2 aja yah…
Aayem sory nich bukan mw ngajarin, apalagi sok yg paling bener…,
Saya cuma sekedar bagi ilmu, semoga aja ada manfaatnya yah^_^’
Segala yg benar datangnya dari Alloh dan RasuNYA, yg salah dari saya yg dhoif dan masih merasa miskin ilmu…
———–
Sumber:
Al-Hadist
https://tomygnt.wordpress.com/2010/08/13/mengenal-makna-%E2%80%9Cminal-aidin-wal-faidzin%E2%80%9D-dan-ucapan-pada-hari-%E2%80%98ied/
http://www.facebook.com/pages/CinLal-Cinta-Yang-Halal/222358621124629

Negara Kita Diambang Kegagalan Seperti di Katakan Prabowo

SMO.COM - Calon presiden Prabowo Subianto mengatakan, bangsa Indonesia telah mengalami kerusakan mental. Ia menilai negara ini tengah menuju kegagalan.

Hal itu disampaikan oleh Prabowo dalam sebuah video yang diunggah di YouTube pada akun resminya, Kamis (24/7/2014). Dalam video berdurasi 23 menit 27 detik tersebut, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat itu mengatakan bahwa penyelenggaraan Pemilu Presiden 2014 telah gagal. Ia menilai bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu telah melakukan kecurangan secara masif dan sistematis.

"Kalau hakim bisa dibeli, pejabat KPU bisa dibeli, pejabat KPUD bisa dibeli. Kalau ini semua terjadi, apa masa depan bangsa kita? Di mana bangsa kita bisa bertahan? Sungguh-sungguh, negara kita menuju kegagalan," kata Prabowo dalam penggalan video berdurasi 23 menit 27 detik tersebut.

Prabowo kemudian menceritakan bagaimana para pejuang bangsa dihadapkan pada pilihan sulit dalam mempertahankan kemerdekaan. Ia menyebutkan, para pahlawan Indonesia berani membela kebenaran demi mencapai kemerdekaan itu. Namun, saat ini Prabowo melihat hal sebaliknya. "Apakah kita membela kebenaran atau kita merestui ketidakbenaran?" kata Prabowo. (Kompas.com)

RAGAM



  • Polygon Ternyata Sepeda Buatan Indonesia Asli

    SMO.com. Jakarta. Evercoss secara resmi ditunjuk pihak BlackBerry sebagai BBM Official Partner. Penunjukan tersebut merupakan salah satu bukti pengakuan dunia internasional kepada smartphone ini sebagai brand terpercaya di bisnis ponsel maupun tablet.







WARALABA NEWS

  • Waralaba International Language Programs

    SMO.com. Reputasi dan kualitas ILP tidak perlu dipertanyakan. Paling berpengalaman dalam urusan Bahasa Inggris. Semuanya profesional dan berpengalaman di bidang Bahasa Inggris

Bisnis


Sosis Terpanjang Ala Sosis Bakar Alvita


SMO.COM. Depok. Sosis memang nggak ada matinya. Tapi, kendati banyak yang jual sosis bakar tapi yang satu ini sungguh berbeda. Sosis bakar Alvita bukan sembarang sosis.






Wan Abud (Fuad Alkhar), Bisnis Wedding Pelabuhan Terakhirnya

SMO.COM. Depok. Siapa tak kenal aktor komedian yang satu ini? Ternyata sekarang dia tengah menekuni bisnis wedding






CAMMO MILK SHAKE, Ketan & Susu Murni Ala Solo


SMO.COM. Depok. Makanan ini tergolong beda dan unik. Di Kota Solo, penganan dan minuman segar ini amat beken. Tapi disini?

W I S A T A


Salaka Wisata adalah
perusahaan tour dan travel sahabat perjalanan Anda ke Tanah Suci. “Kita infokan
pahit dulu, tapi di akhir kita beri yang terbaik.”


FaveHotel, Teranyar di Kota Hujan Bogor

SMO.COM. Bogor. Dipersiapkan untuk menjadi pilihan bagi para pelancong berbujet, baru-baru ini Archipelago International Fave Hotel Padjadjaran mempunyai akses dari tol Jagorawi.






HAPPY COWSTEAK Bogor

Makan Daging Steak Bisa Tingkatkan Libido dan Kekebalan Tubuh




SMO.COM. Bogor. Ternyata, makan steak bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan menggairahkan libido. Nggak percaya?







RUMAH BASO Yuliati

Tak Gentar dihantam Isu Daging Celeng


SMO.COM. Bogor. Kabar
menggegerkan itu juga sempat membuat resah Yuliati (36), pemilik resto berlabel RUMAH BASO yang bertengger tegar di kawasan Pabuaran,
Cimanggis, Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat.


ENTERTAINMENT











SMO.COM. Jakarta. Inilah film teranyar Lola Amaria, dipertontonkan di Pusat Perfilman Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan. Lola ingin menunjukan karakter film itu menjadi 'roh' yang mampu meyakinkan penontonnya dengan mengubah pola pikir keliru di pelosok negeri ini tentang bahaya ibu melahirkan dengan seorang dukun beranak.



.

Loading...
 
Support : Creating Website | Hakim Moesthaf | Suara Metro Online Publishing
Copyright © 2011. suarametroonline.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Suara Metro Online Publishing
Proudly powered by Suara Metro Online Management