METRO HEADLINE

METRO TERKINI

SOMAY AISHA: Memproduksi 2 Ton Kakap Untuk 100 Gerai

Written By suara metro online on Jumat, 24 Oktober 2014 | 14.49


SMO.COM. Ibu muda ini memang sangat konsen untuk urusan bisnis kuliner. Dialah Rinda Kusumawinti. Pemilik SOMAY AISHA ini memulai usaha hanya dengan membuka sebuah unit gerai berbentuk gerobak di depan minimarket dekat rumahnya di kawasan Depok.

Konsep bisnis kuliner yang dihelatnya terbilang sangat matang. Obsesi seorang Rinda hanya satu, ingin kuliner santapan ringannya itu dapat digemari oleh seluruh golongan usia, baik remaja pria, wanita, orang dewasa bahkan orang tua, dan dapat disantap kapan saja dan segala waktu.

Maka, saat membuka usaha untuk kali pertama di tahun 2011 silam, dia sudah menciptakan beberapa jenis siomay berbahan dasar ikan kakap. Mulai dari ‘Somay Murni’, ‘Somay Keju’, ‘Somay Pare’, ‘Somay Tahu’, ‘Somay Telur’, ‘Somay Ayam’ hingga bakso tahu goring alias ‘Batagor’. Bumbu kacangnya pun diolah sendiri, bukan membeli jadi di pasar.

Sembari menjajakan produknya di depan minimarket, Rinda juga rajin memasarkan hasil olahannya ke sekolah-sekolah, di komunitas ibu-ibu pengajian juga arisan. Alhasil, strategi promosi Rinda pun berefek domino. Penjualan SOMAY AISHA setahap demi setahap bisa sangat berkembang cepat berkat pemasaran dari mulut ke mulut.

Meski Rinda baru mengawali usahanya hanya berselang tiga tahun, namun kini sudah lebih dari 100 gerai tersebar lewat sistem kemitraan yang dijalankannya. Tak cuma di Jabodetabek, namun sudah menyebar di berbagai kota-kota provinsi, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan kawasan Pantura.

“Ya, semuanya perlu perjuangan keras, ulet dan kesabaran yang tinggi. Karena saat orderan banyak, kami dan pegawai harus begadang membuat somay,” papar Rinda.

Untuk mengatur segala sesuatunya, Rinda menerapkan manajemen internal yang rapi dan teratur. Mulai dari administrasi, keuangan dan jam kerja. Misalnya soal produksi. Jam produksi diaturnya mulai dari pukul 05.00 pagi hingga jam 14.00 siang, dari hari Senin sampai Sabtu.

Konsultan Bisnis
Lantaran perputaran usaha yang begitu berkembang pesat, Rinda yang semula hanya memiliki satu pegawai kini sudah memiliki 15 pegawai, sadar betul pentingnya arti manajemen yang teratur dan rapi.  

Maka Rinda berpikir bahwa pembenahan manajemen keuangannya pun harus tertata rapi guna memperbaiki kinerja usaha agar tetap mampu bertahan di berbagai kondisi apapun.

Baginya, mendengar masukan dari orang yang berpengalaman dan memiliki ilmu bisnis teramat penting. Maka, memakai jasa seorang Konsultan Bisnis Manajemen secara khusus sangat diperlukannya. Memakai jasa konsultan ini bukan sekadar gaya hidup, tapi memang sangat diperlukan untuk memaintaince cash flow keuangan  usaha.

“Saya sadar bahwa bisnis apapun itu pasti ada pasang surutnya, maka kendali kontrol keuangan adalah sangat penting. Mana perioritas utama, kedua dan seterusnya. Jika usaha lagi down, pegawai kan tetap harus diberi gaji. Nah, inilah pentingnya, saat usaha kurang bagus pasarnya, tapi alur keuangan tetap stabil,” jelas Ibu penyandang Sarjana Telkom ini gamblang.

Jika seorang pengusaha ingin tetap bertahan dalam jangka panjang, lanjutnya, harus menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membayar konsultan keuangan. “Kita membayar konsultan bisnis tidaklah rugi, sebab banyak dampak positif yang didapat. Perkembangan usaha jelas terlihat baik, kok,” cetusnya.

SOMAY AISHA disajikan dengan dua rasa, yakni bisa dengan bumbu kacang atau kuah gurih, yang disesuaikan dengan permintaan konsumen. Setiap bulannya Rinda sudah memproduksi somay sebanyak 2 ton ikan kakap.

Dia sengaja menyetok kebutuhan ikan kakap langsung dalam skala besar untuk menghindari fluktuasi harga. Khusus setiap harinya aneka somay diproduksi antara 7000-15.000 pcs. Selain untuk konsumsi para mitranya di berbagai daerah, juga dipesan untuk acara arisan, ulang tahun, perkawinan maupun berbagai even lainnya.

Khusus untuk paket kemitraan, SOMAY AISHA yang telah dipatenkan namanya sejak 2012, membuka paket kemitraan (bussines opportunity/BO) mulai dengan harga Rp 5 juta dan 8 juta dengan mendapat fasilitas gerobak lengkap dengan peralatan masaknya.

Sedang  bahan somay serta bumbu di packaging dari pusat. “Kekuatan somay dan bumbu bisa bertahan dua bulan jika ditaroh di freezer,” katanya.

Seiring berkembangnya usahanya, Rinda pun menargetkan untuk membuka pabrik somay di kota kelahirannya, Surabaya dan di kota-kota besar lainnya di seantero Nusantara.  *** erni

Bima Arya Pertanyakan Kementrian Perhubungan yang Bilang Bogor Termacet.

Written By suara metro online on Kamis, 23 Oktober 2014 | 07.20


SMO.COM - Siapa yang tidak marah bila kotanya dijuluki kota termacet nomor satu. Tanpa aling-aling sang Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mempertanyakan kembali hasil rulis Kementrian Perhubungan. Metologi apa yang mengukur tingkat kemacetan.

Di dalam rilis Kementrian Perhubungan, Kota Bogor urutan pertama berpredikat kota termacet dengan rata-rata laju kendaraan 15,32 kilometer per jam dengan ratio 0,86, karena kota Bogor pusaran kendaraan dari berbagai arah Jakarta dan Banten mengalahkan Kota-kota besar seperti Jakarta di peringkat ke dua, Bandung, Surabaya dan Kota Semarang di peringkat sepuluh.

Sang Walikota berpendapat, ada perbedaan antara luas wilayah, banyaknya kendaraan, jaringan jalan antar kota satu dengan yang lain."Kalau dibilang macet saya setuju, tapi bila dibilang kota termacet. Saya pertanyakan metedologi penilaiannya," kata Bima berapi-api.. .

Bima ingin, kriteria itu harus jelas. Karena banyak kota-kota lain yang juga macet. Kota Bandung, jaringan jalan Bogor kalah banyak dengan Kota Jakarta atau jumlah kendaraan di Bogor berbeda dengan Kota Surabaya.

Bima minta kejelasan parameter mana yang jadi acuan itu. "harus jelas dulu dong sebelum di vonis," tambah Bima. bahkan Kota Bogor kini  mengalami penurunan laju kendaraan. Hal tersebut disebabkan makin bertambahnya jumlah kendaraan, lambatnya pembuatan jaringan jalan dan terlebih Kota Bogor juga setiap harinya terbebani dengan kendaraan yang datang dari luar wilayah Kota Bogor.

"Setiap harinya pegerakan lalu lintas manusia (komuter) di Kota Bogor bisa mencapai 600.000 orang," jelasnya. Namun demikian, Bima menjelaskan prioritas Kota Bogor dalam dua tahun ke depan adalah memperbaiki sistem transportasi. Penataan itu sudah mulai terlihat dengan penertiban pedagang kaki lima dan sebagainya. (hais).

Indosat Gandeng Google Menyediakan Layanan SMS Bencana

Written By suara metro online on Rabu, 22 Oktober 2014 | 03.00

Indosat secara resmi menggandeng Google untuk menyediakan layanan pendeteksi bencana alam yang dapat diakses melalui layanan pesan singkat.
SMO.COM - Untuk memudahkan pelanggan operator tanah air mengakses informasi peringatan dini bencana alam kini dapat dilakukan melalui pesan singkat. Dengan menggandeng Google, Indosat secara resmi menghadirkan layanan Google Public Alerts untuk pelanggan di tanah air.

"Kerjasama ini memungkinkan layanan Google Public Alert dapat dijangkau masyarakat yang lebih luas di Indonesia. Untuk pertama kalinya kami bekerjasama dengan operator telekomunikasi agar layanan Public Alert ini dapat dinikmati melalui perangkat ponsel fitur dan ponsel pintar hingga bisa menyediakan informasi peringatan dini dan life-saving lebih luas kepada masyarakat," ungkap Meryl Stone, pejabat layanan Google Crisis Response dalam keterangan resmi yang diterima Dream, Rabu 22 Oktober 2014.

Layanan Google Public Alerts didesain agar dapat menyediakan informasi peringatan dini yang relevan dan akurat saat terjadi bencana tsunami dan gempa bumi. Saat ini peringatan dini tersebut sudah tersedia melalui halaman Google Public Alerts dan layanan Google lainnya seperti Google Search, Google Maps, dan Google Now.

"Kami bangga menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang dapat bekerjasama dengan Google dalam mempersembahkan layanan informasi bencama melalui akses SMS. Semoga layanan ini dapat membantu masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk mendapatkan informasi dini dan langkah antisipasi," ucap Prashant Gokarn, Chief Strategy & Planning Officer Indosat.

Informasi bencana yang disediakan perusahaan teknologi raksasa ini bersumber dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia. Untuk mendapatkan update informasi, pelanggan hanya perlu mengakses *123*77# dan mengikuti petunjuk berikutnya melalui ponsel fitur dan ponsel pintar mereka.
Jika terjadi bencana, peringatan akan dikirimkan langsung ke perangkat selular pelanggan. Layanan ini telah tersedia dan dapat diakses mulai hari ini.

Bahaya Narkoba Mulai Masuk ke Wilayah Sekolah

SMO.COMDi lingkungan SMP di Bogor sudah marak narkoba, dari investigasi Poskota.Co ada beberapa sekolah yang muridnya sudah disusupi bandar narkoba. hal ini yang mengkhawatirkan. Seperti di SMN 1 Kemang, Kecamatan Kemang, kabupaten Bogor.

Sepuluh paket ganja tersimpan dalam karung ditemukan tersimpan dalam tempat sampah sekolah SMP Negeri 1 Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10/2014) yang diduga ada bandar yang mempengaruhi siswa smp di Bogor.

Selain sepuluh paket ganja seberat 10 kilo gram, dalam bungkusan karung tersebut juga terdapat ratusan butir pil koplo. Menurut Kapolsek Kemang Kompol Pramono, temuan 10 kg paket ganja diketahui sekitar pukul 09.00 WIB saat aktivitas sekolah berlangsung.

"Awalnya sempat dimainkan oleh anak-anak, ditendang-tendang jadi mainan bola," kata Kompol Pramono.

Saat dimainkan oleh siswa, salah satu pekerja di sekolah bernama Kurnia melarang aktivitas tersebut, lalu memeriksa temuan benda mencurigakan, yang diketahui berisi barang narkotika.

Lalu Kurnia melaporkan temuan tersebut kepada petugas keamanan sekolah. Oleh petugas keamanan bernama Jajo melaporkan kejadian kepada kepolisian terdekat.

"Kami menerima laporan dari Jajo, langsung melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara menyelidiki asal muasal benda tersebut," kata Kompol Pramono.

Kompol Pramono mengatakan, hingga kini belum diketahui pemilik barang haram tersebut, diduga narkoba ganja dan pil komplo sengaja disembunyikan di tempat sampah sekolah.

"Saat ini baru tiga orang saksi yang kita minta keterangan, kita masih melakukan pengembangan dan barang sudah kita sita untuk penyelidikan," kata Kompol Pramono. (hais).

KPI Menegur Dua Stasiun TV Nasional yang Siarkan Pernikahan Raffi dan Nagita

AKHIR pekan lalu, masyarakat mendapat suguhan berbeda di layar kaca.
Rangkaian pernikahan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, mulai dari persiapan, akad nikah, hingga resepsi, dihadirkan secara live dalam durasi yang luar biasa panjang.

Buntutnya, dua stasiun tv yang menyiarkan euforia tersebut, Trans TV dan RCTI, mendulang rating tinggi sekaligus sanksi. Trans TV dan RCTI sama-sama “dihadiahi” surat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Sikap KPI memancing pro-kontra di tengah masyarakat. Ada yang mendukung, tapi tidak sedikit juga yang menganggap institusi tersebut terlalu berlebihan. Kenapa siaran langsung pernikahan Raffi dan Gigi dianggap salah? Agatha Lilly selaku Komisione KPI mencoba memberikan penjelasan.

“Konten seperti pernikahan artis boleh saja, tapi durasinya harus wajar. Yang terjadi pada Trans TV dan RCTI, durasinya terlampau panjang. Kami menilai itu melanggar prinsisp kepantasan dan kelayakan,” paparnya, saat dihubungi Bintang Online, Rabu (22/10).

Menurut Lilly, pernikahan artis tidak termasuk dalam kepentingan publik. Sehingga tidak perlu untuk ditayangkan dalam durasi belebihan, dan akhirnya mengganggu freskuensi milik publik yang--berdasarkan Undang-undang Penyiaran--harus digunakan untuk kemaslahatan orang banyak.
“Kita tahu banyak infomasi lain yang lebih penting menyangkut orang banyak, dibanding pernikahan artis. Juga diatur dalam P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran), program siaran tidak boleh dibuat dan disiarkan untuk kepentingan golongan tertentu,” urainya.
(ari/gur/bintang)

Sertefikasi Halal Untuk Obat Menyusul Berkembangnya BPJS di Masyarakat

Written By suara metro online on Selasa, 21 Oktober 2014 | 02.39

SMO.COM -  Sertifikasi halal untuk obat-obatan dipandang sangat mendesak, sejak per 1 Januari 2014, Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Bidang Kesehatan
diberlakukan.  Dengan pemberlakuan UU tersebut maka masyarakat yang akan berobat atas jaminan negara atau perusahaan sebagai konsekuensi dari pemberlakuan UU BPJS akan semakin banyak karena telah dijamin oleh undang-undang.

Sebagai konsumen Muslim, masyarakat tentu harus diberi informasi yang memadai tentang halal-haramnya obat-obatan yang akan mereka konsumsi. Oleh karena itu, pemerintah harus pula memberikan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada masyarakat benar-benar terbebas dari unsur haram.
Bagaimana tanggapan LPPOM MUI mengenai hal tersebut? Berikut kutipan wawancara singkat dengan Direktur LPPOM MUI, Ir. Lukmanul Hakim, M.Si seperti dilansir halal.mui.org Senin (16/12/2013).
Saat ini orang ramai memperbincangkan tentang kehalalan obat. Sejauhmana urgensi kehalalan obat bagi konsumen? 

Kehalalan obat bagi konsumen di Indonesia sangatlah penting, mengingat mengkonsumsi obat bagi umat Islam yang merupakan konsumen terbesar adalah wajib. Hal ini merupakan hak konsumen muslim yang dilindungi oleh undang-undang, seperti tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen, hak-hak konsumen antara lain adalah hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai produk yang akan mereka konsumsi. Dalam hal ini, informasi tentang kehalalan termasuk di dalamnya.
Selain itu, standar kehalalan obat tidak akan membuat khasiat suatu obat menjadi menurun, karena yang diminta adalah jika ada bahan obat yang tidak halal, dicarikan alternatif penggantinya dari sumber halal.  Dan sesuai ajaran Islam bahwa Allah menciptakan  penyakit beserta obatnya, maka pengganti bahan haram pasti akan ada jika diusahakan.

Mengapa sertifikasi halal untuk obat dipandang sangat mendesak?
Seperti halnya makanan dan minuman, obat-obatan dan kosmetika adalah produk yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat konsumen Indonesia yang mayoritas muslim. Bagi muslim, memperoleh produk halal, termasuk obat,  adalah hak konstitusional yang dijamin oleh konstitusi. Oleh karena itu, pemerintah hendaknya mampu memfasilitasi masyarakat dalam menjalankan syariat agamanya, termasuk dalam mengkonsumsi obat-obatan yang terjamin kehalalannya.

Alasan lainnya, dalam waktu dekat,  tepatnya per 1 Januari 2014, Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Bidang Kesehatan akan segera diberlakukan.  Ini artinya, masyarakat yang akan berobat atas jaminan negara atau perusahaan, sebagai konsekuensi dari pemberlakuan UU BPJS akan semakin banyak karena telah UU yang menjamin hal tersebut.
Hak masyarakat untuk memperoleh kesehatan juga sangat penting. Kami sangat menyadari bahwa kesehatan merupakan hajat hidup orang banyak, sesuai dengan amanat UU No.36/2009 tentang Kesehatan yang menegaskan bahwa “setiap orang berhak atas kesehatan. Di sisi lain, konsumen muslim juga berhak atas produk yang terbebas dari unsur haram. Oleh karena itu, pemerintah harus pula memberikan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada masyarakat benar-benar terbebas dari unsur haram. Dengan pertimbangan itulah kami mendesak agar pemberlakuan UU BPJS Bidang Kesehatan harus dibarengi dengan ketersediaan obat yang terjamin kehalalannya.

Benarkah obat-obatan yang beredar saat ini banyak yang mengandung babi?
LPPOM MUI tidak bisa menyatakan sebuah produk mengandung babi atau tidak sebelum melakukan pemeriksaan, baik secara ilmiah yang dilakukan oleh para ahli melalui laboratorium maupun pemeriksaan yang bersifat syar’ie yang dilakukan oleh para ulama di Komisi Fatwa MUI. Berkaitan dengan hal tersebut, LPPOM MUI juga tidak bisa menyatakan sebuah produk obat-obatan halal atau haram sebelum melakukan pemeriksaan, sementara sifat sertifikasi masih sukarela. Artinya, sebelum perusahaan bersangkutan mendaftarkan produknya, kami tidak bisa mengetahui formulanya apakah menggunakan babi atau pernah bersentuhan dengan babi. Karena hanya menganalisa bahan jadi saja belum bisa menentukan status kehalalan bahan obat tersebut.

Bagaimana proses pembuatan obat hingga sampai masuknya bahan haram ke dalamnya? 
Cara pembuatan obat tergantung pada bentuk sediaannya, apakah bentuknya tablet, kaplet, sirup, salep, dsb.  Prinsipnya adalah mencampur antara bahan aktif obat yang memberi khasiat penyembuhan dengan bahan lain yang dibutuhkan dalam pembentukan suatu sediaan obat yang disebut dengan eksipien.  Bahan aktif obat maupun eksipien dapat dibuat melalui berbagai proses tergantung jenisnya.  Prosesnya bisa berupa ekstraksi dari bahan nabati atau hewani, sintesa kimiawi, fermentasi mikrobial sampai rekayasa genetika. Dari segi kehalalan, sumber dan cara produksi bahan aktif obat maupun eksipien penting diketahui untuk memastikan semua bahan terhindar dari bahan haram maupun najis.
Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) saat ini belum perlu standisasi halal untuk obat. Bagaimana tanggapan LPPOM MUI?

LPPOM MUI belum menerima alasan IDI yang menyatakan belum perlunya standar atau sertifikasi halal untuk obat, sehingga belum bisa memberikan tanggapan. Namun, jika alasannya adalah karena pertimbangan teknis pemeriksaan kehalalan yang dinilai rumit, terbukti bahwa sejumlah produsen obat dan vaksin telah berhasil mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Artinya, jika ada kehendak untuk mengajukan sertifikasi halal maka hal tersebut tentu bisa dilakukan.

Apakah benar sertifikasi halal untuk obat sangat rumit?
Jika ada anggapan bahwa pemeriksaan obat sangat sulit dibandingkan pangan, kami kira perkembangan pangan saat ini pun sudah sangat jauh berekembang. Suatu bahan pangan bisa mengandung bahan baku ratusan bahan baku termasuk bahan-bahan perisa (flavour) yang juga terdiri dari bahan-bahan kimia yang rumit baik dihasilkan secara sintetik kimiawi, biokimia atau mikrobial. Tapi nyatanya, saat ini sudah ada ribuan perusahaan di bidang pangan yang telah lolos dari pemeriksaan dan mendapatkan sertifikat halal dari MUI.

Kalau alasannya kedaruratan?
Jika alasannya adalah karena kedaruratan, dalam Islam telah diatur bahwa sesuatu yang sifatnya darurat maka yang haram boleh dikonsumsi karena pertimbangan kemaslahatan yang lebih besar, misalnya untuk mencegah kematian atau cacat permanen, atau menyebabkan sakit yg semakin parahn, tetapi tidak boleh berlebihan atau berkepanjangan. Artinya, sifat kedaruratan itu berlaku sementara. Jika tidak ada kebutuhan yang mendesak seperti itu, maka sifat kedaruratan tadi tidak berlaku. Sifat darurat juga otomatis gugur jika terdapat alternatif obat lain yang telah halal.

Ada contoh kasus mengenai hal itu?
Ada. Salah satunya contohnya, MUI melalui fatwa Nomor 05 Tahun 2009  menyatakan bahwa vaksin meningitis untuk calon jemaah haji yang ketika itu belum halal, boleh digunakan demi menjaga kesehatan dan keselamatan calon jemaah haji. Namun, sejak adanya vaksin meningitis yang telah bersertifikat halal maka fatwa MUI tentang kedaruratan penggunaan vaksin yang belum halal tadi tidak berlaku lagi. Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI No. 06 Nomor 06 Tahun 2010 Tertanggal 16 Juli 2010. (azm/arrahmah.com)

 
Support : Creating Website | Suara Metro Online | SMO MANAGEMENT
Copyright © 2009. * - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by HaKIM Moesthaf
Proudly powered by SMO Online