METRO HEADLINE

METRO TERKINI

Tahu Sari Ulam Pak Sam Tak Ada Tandingannya

Written By suara metro online on Selasa, 17 Maret 2015 | 00.56

PERNAHKAH Anda menikamati tahu? Jawabnya pasti sudah pernah. Namun, pernahkah Anda merasan tahu yang satu ini. Tahu SARI ULAM FROZEN FOOD. Nah, tahu yang sedang diperkenalkan ini adalah salah satu pengolahan hasil perikanan dan kelautan yang berada di Kab.Pacitan.Jenis olahan dari bahan baku ikan tuna ini di olah menjadi tahu tuna-ekado tuna-kakinaga tuna-steak tuna-bakso tuna.Hasil olahan tersebut sudah bisa dinikmati oleh masyarakat luas.

Tahu SARI ULAM FROZEN FOOD ini di produksi karena kekayaan laut Pacitan yang kaya dengan penghasil ikan, dan  salahsatu yang terbanyak adalah ikan tuna, hingga akhirnya kami memutuskan untuk mengolah ikan tuna tersebut menjadi makanan lezat yang  kini lagi digemari. Siapapun yang pernah merasakan lezatnya olahan ikan tuna  dalam bentuk TAHU TUNA,dan tidak hanya menjadi tahu tuna saja,diantaranya ada yang disebut KAKI  NAGA dan OTAK-OTAK tentu punya sensasi rasa dilidah Anda sendiri.


"Dalam prosesnya ada teksnik tersendiri. Teknik pengolahan hasil perikanan dan kelautan ini punya cerita tersendiri," ujar Sam, kepada YPN

Sam dalam wawancaranya via telpon menyebutkan, tahu dari ikan tuna ini, di olah dengan proses yang tidaklah mudah. Teknik pengolahannya sendiri dilakukan dengan pola penangkapan ikan tuna yang penuh perjuangan, sampai dengan  produksi.

"Pengolahannya sendiri perlu kehati-hatian dan ketelitian.Sebab hal ini menyangkut, dengan kualitas produksi," katanya. "Ikan tuna hanya spare waktu 7/8 jam saja, bisa dibilang ikan tersebut haruslah dalam keadaan segar, setelah lepas dari perairan laut. Penanganan bahan baku ini sangat diutamakan sebelum di produksi menjadi tahu, bakso atau otak-otak.


Kadang ada konsumen merasakan das/gatal di lidah hal tersebut. "Sebenarnya ada suatu penangan yang kurang segnifikan dari suatu pengolah. Nah, pengolahan yang benar hanya kami yang tahu,"kata Sam. 

Setelah diproduksi, tahu ini sudah dapat disuguhkan pada nuansa cita dan rasa, serta harga yang bervariasi pada konsumennya. Apakah Anda ingin merasakan sensasinya itu. (hais)


"Boleh di coba. Berbeda dengan kualitas produksi lainnya. Kami lebih utamakan mutu dan kesehatan....."




KEGIATAN PRODUKSI TAHU TUNA MILIK PAK SAM di PACITAN 

Vaksin Untuk Bayi Masih Belum Halal

Written By suara metro online on Selasa, 10 Maret 2015 | 01.02

Hingga kini belum ada satu pun produsen vaksin imunisasi yang mengajukan sertifikat halal ke MUI.
SMO.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin imunisasi untuk anak-anak di Tanah Air belum ada yang bersertifikat halal. Hingga kini belum ada satu pun produsen vaksin imunisasi yang mengajukan sertifikat halal ke MUI.

“Vaksin imunisasi untuk bayi belum ada sertifikat halal. Mereka belum mengajukan produknya halal atau tidaknya,” ungkap Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika MUI, Lukmanul Hakim, saat berbincang dengan Dream di Jakarta.

Menurut dia, di Indonesia hanya ada tiga vaksin yang bersertifikat halal. Yaitu vaksin meningitis dari China dan Italia, serta vaksin diare dari produksi GSK.

Untuk mendapat sertikasi halal, produsen obat harus mengajukan ke MUI. “Mereka sebenarnya volunteer atau sukarela dalam mengajukan halal atau tidaknya. Tugas kita mengkaji dan memeriksa apakah layak dikonsumsi atau tidak dan sudah sesuai kaedah Islam belum,” ujar Lukman.

Dia menjelaskan, produk yang akan disahkan sebagai produk halal harus melalui proses pengkajian dan penilaian. Dilihat apakah bahan bakunya tidak tercemar dari benda-benda najis.
Selanjutnya produk itu akan diaudit atau menjalani pemeriksaan secara mendalam. “Sebenarnya ada vaksinasi yang sudah mengajukan untuk sertifikasi halal ini, tapi masih belum lolos. Kita masih memeriksanya lebih lanjut,” imbuh Lukmanul.

Menurut dia, para produsen obat-obatan masih mengalami kendala pengkajian, mulai dari data-data belum lengkap, jawaban audit yang lambat dan ragu, serta izin edar dan halal yang belum bersinergi.
Namun, MUI telah menerapkan aturan baru soal produk obat-obatan itu. “Fatwanya, jika tidak ada alternatif lain, maka boleh dikonsumsi. Tapi tidak bisa seterusnya begitu. Bila produk tercemar atau bersentuhan dengan babii harus ada logonya,” pungkas Lukman.
Laporan: Bimo Putro Prihandono

 

Jutawan Online

SMO.COM  Rezeki sudah diatur oleh Sang Kholik. Kita sebagai manusia hanya bisa berikhtiar. Jika meresa rezeki seret, bisa jadi karena ikhtiarnya belum maksimal. Apabila sudah ikhtiar maksimal, tapi rezeki masih seret juga, bisa jadi ada faktor lain. Rezeki yang kita dapatkan sesungguhnya bersumber dari Allah Swt., jika kita dekat, patuh dan taat pada pemberi rezeki, maka rezeki akan lancar. Dengan kata lain, urusan rezeki bukan hanya urusan ikhtiar tapi juga karena faktor pemberian dari Allah Swt.. Ada banyak kisah yang membuktikan bahwa ketika kita dekat dengan Allah Swt., dengan cara mengerjakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya maka rezeki datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Begitu pula yang dialami oleh Dian, seorang pemuda desa. Dian dan keluarganya tinggal di dusun yang ada di Tegal. Pemuda ini lulusan sebuah perguruan tinggi dengan mengambil jurusan IT. Dian sempat bekerja di beberapa perusahaan di ibukota, tapi kemudian memilih berhenti bekerja pada akhir tahun lalu. Hal ini bukan tanpa alasan, karena Dian ingin hidup lebih manusiawi dan lebih fokus menekuni pekerjaan online. Sejak pertengahan 2013 Dian menjadi salah satu pelaku adsense (jasa iklan online), awal 2014 ia mulai serius menekuni adsense. Tanpa dinyana beberapa bulan kemudian, Dian berhasil mendapatkan gaji ratusan juta/bulan, bahkan nyaris menyentuh angka 1 M.
Keberhasilan Dian ini tentu saja mengundang kehebohan sosmed, apalagi Dian memamerkan uangnya di akun face book miliknya. Beragam komentar pun berdatangan, sontak Dian menjadi selebritis baru di dunia maya. Sosoknya pun menjadi bahan berita di media online dan TV. 
Dian tetaplah pemuda desa yang sederhana. Walaupun kini ia sudah menjadi jutawan kehidupannya tidak berubah. Kesuksesannya ia dedikasikan untuk kebahagiaan orangtua dan keluarganya. Dian bercita-cita ingin memberangkatkan kedua orangtuanya ke tanah suci untuk beribadah umrah dan haji. Sungguh cita-cita yang sangat mulia.
Di akun face book-nya Dian sering menulis kata-kata motivasi.
Jangan lupa temen-temen imers untuk SEDEKAH karena sedekah termasuk backlink GHOIB yang cukup ampuh untuk menolak bala, melancarkan jalan/cita-cita, penghilang sial/musibah, mengobati penyakit, ampunan dan turunnya RAHMAT dari Allah..
Sedekah di ibaratkan kita membuang cacing didalam tubuh lalu kita kaitkan cacing itu ke mata kail lalu buat mancing rejeki dan balasannya dapat ikan kakap padahal kalau tidak dibuang, cacing akan menghisap dan merusak badan.
“Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan DIBERIKAN REJEKI melainkan karena ORANG-ORANG LEMAH diantara kalian.” (HR. al-Bukhari)
Karena harta real kita sebenarnya adalah harta yang kita sedekahkan dan infakan di jalan Allah sesuai tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 443 "Namun jika engkau menginfakkannya, harta tersebut barulah jadi milikmu."Begitu tulisnya.
Dian, sang jutawan berpesan agar kita tidak mudah menyerah dan terus bekerja keras untuk menggapai impian. Baginya harta di dunia tidak ada artinya dibandingkan dengan kebahagiaan hidup di akhirat.

Usai Membaca Surat An-Naba bocah ini Berpulang

Written By suara metro online on Minggu, 08 Maret 2015 | 16.47

Sarah Haya Nadaul Matin sempat membaca 12 ayat surat An-Naba sebelum menghembuskan napas terakhir.
SMO.COM - Balita usia 3,5 tahun, Sarah Haya Nadaul Matin, meninggal dunia usai menyetor hapalan Surat An-Naba kepada ayah ibunya. Sebelumnya, Sarah mengalami kejang mendadak saat mengaji dengan orang tuanya.
Orang tua Sarah, Agus Jamaluddin dan Dhimasy segera membawanya ke rumah sakit. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan dan menyatakan Sarah mengalami kerusakan selaput otak dan lambungnya mengalami pendarahan.

Sarah sempat mengalami koma selama tiga hari. Saat tersadar, ia pun segera memanggil sang ibu dan mengucapkan beberapa ayat dalam surat An-Naba. Ia sanggup membaca sampai 12 ayat, sebelum kemudian menghembuskan napas terakhir.
Untuk mengetahui kisah Sarah, selengkapnya lihat pada tautan ini.

Kota Bogor Galakan Produk Ber- SNI

SMO.COM.COM - Ada tindakan, ada pula pengecualian, yang produknya  tidak ber-SNI. Menurut Kepala Bidang Disperindag Kota Bogor M. Sinaga kepada YPN.COM Pengecualian itu adalah produk yang digunakan untuk khalayak ramai atau konsumsi publik. Misalnya produk untuk lampu.
"Jika lampu atau bohlam itu untuk gedung atau tempat pelayanan, wajib menggunakan lampu ber-SNI. Bila produsen untuk gedung atau pelayanan umum tidak terdaftar SNI akan dikenakan sanksi," kata M. Sinaga. "Namun, lampu atau bohlam yang digunakan untuk konsumsi rumah tangga, tidak kenakan sanksi."


Kepala Bidang  Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, M. Sinaga menuturkan, menghadapi MEA 2015, pelaku usaha harus menerapkan SNI terhadap produk yang dihasilkan. SNI ini berusaha mendorong kesiapan daya saing.
”Menghadapi MEA, semua produk harus ber-SNI. Tujuannya agar produk yang dihasilkan pelaku usaha dilirik karena memiliki standar yang baik,” tuturnya, belum lama ini.
Produk berstandar yang diakui dunia internasional sangat penting. Standardisasi yang jelas, kata dia, harus dilakukan agar produk Indonesia termasuk asal Semarang tidak susah bersaing.
”Kami harap penerapan SNI berbagai produk bisa mendorong daya saing produk nasional. Sehingga, Indonesia dapat mengambil keuntungan dari diberlakukannya MEA 2015,” katanya.
Dikatakannya, standardisasi wajib dilakukan sebab masyarakat lebih percaya dengan produk yang memiliki sertifikat. Indonesia akan menjadi target pasar bagi negara anggota ASEAN. Makanya harus melindungi produk dalam negeri dengan SNI. Diakuinya, penerapan SNI khususnya untuk sektor UMKM, bukan hal yang mudah mengingat untuk itu memerlukan biaya besar.
Namun, hal ini harus dilakukan. Jika standardisasi mutu produk dapat dilaksanakan, maka hadirnya pasar tunggal ASEAN akan membuka peluang yang sangat luas bagi produk UMKM. Bukan saja untuk wilayah regional, tetapi juga untuk masuk ke pasar global.
Selama ini Disperindag Kota Bogor rutin melakukan pengawasan barang beredar di sejumlah pasar tradisional dan supermarket. Dari hasil temuan, kata dia, sebagian besar produk yang dipasarkan sudah berlabel SNI. Namun tidak banyak pula yang belum SNI.
”Produk SNI yang sudah disertifikasi ditandai dengan pencantuman tanda SNI berupa emboss dan bukan ditempel atau menggunakan stiker,” tandasnya.
Kementerian Perindustrian telah mewajibkan 544 produk untuk menggunakan SNI. Terbagi ke dalam tiga sektor industri, yaitu elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT) serta mainan anak. Selain itu, beberapa produk yang diawasi ketat antara lain helm, ban mobil, besi baja, seng, lampu, dan air minum dalam kemasan (AMDK). Produk makanan juga tak luput dari pengawasan. (Hais/hakim). 

Caisar dan Istri Berubah... Namun Cibiran yang di Dapat

SMO.COM - Ada yang berubah dari penampilan pasangan suami istri, Caisar Putra Aditya atau Caisar 'Yuk Keep Smile' dan Indadari Mindrayanti. Keduanya kini tampak lebih Islami. Caisar, pria kelahiran Jakarta, 29 Agustus 1989. ini memilih mengenakan peci dan celana kebesaran di atas mata kaki.

Keningnya pun menghitam, janggutnya semakin menebal. Menurut Caisar dirinya sedang dalam proses berhijrah. Keinginannya untuk semakin dekat dengan Allah begitu kuat.

Caisar juga banyak menggali soal Islam lewat gadget-nya. "Kayak begini saja nyaman. Pakai koko atau kaos kalimat motivasi, peci, dan celana gombrong. Kalau cari ilmu bisa lewat mana saja. Sesibuk apapun berusaha menggali ilmu agama lewat gadget saja," tutur ayah dari Nokia Alike Putri Hakim ini.

Sementara sang istri memilih menutupi aurat secara keseluruhan. Tampilannya kini begitu syar'i dengan busana serba panjang, hijab yang menutupi dada dan mengenakan cadar.
Sebelum mengubah penampilannya, Indadari meminta izin kepada Caisar. "Izin dulu ke suami, sebenarnya sudah lama mau pakai cadar. Setelah umroh baru mantap berhijrah, biar suami saja yang melihat kecantikan saya karena itu hak penuhnya," tutur wanita pecinta motif polkadot ini.

Dalam proses berhijrahnya ini, keduanya mengaku mendapatkan banyak rintangan. Cibiran bahkan dikira penganut aliran sesat sempat menimpa Caisar dan Indadari.

Namun ini tidak membuat mereka gentar, dukungan dari keluarga yang membuat mereka kuat.
"Kalau proses itu memang tidak mulus, ada saja rintangannya. Pernah dikira kami itu aliran-aliran apalah. Tapi keluarga kami yang menguatkan, mereka bilang kita pasti lebih kuat dari perkiraan orang, kami senyum saja menghadapinya," ujar Indadari.

Keduanya berharap semua yang dijalani sekarang mendapatkan kucuran rahmat dan berkah serta semakin dekat dengan Allah.

"Hidup kita sekarang memang lebih sederhana, tetapi kami selalu bersyukur. Berharap restu Allah selalu ada untuk kami, terima kasih untuk semua yang selalu ada mendukung kami," ungkap mereka. dream
 
Support : Creating Website | Suara Metro Online | HaKIM MOESTHAF
Copyright © 2009. * - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by SMO Publishing
Proudly powered by SMO Online