METRO HEADLINE

METRO TERKINI

Ibunya di Menangkan Pengadilan, Anak Kandung Banding

Written By suara metro online on Kamis, 30 Oktober 2014 | 23.40

Nurhana dan Nurhakim masih merasa paling berhak atas tanah itu. Mereka juga mengatakan putusan hakim berbeda dari gugatan yang mereka ajukan.
SMO.COM - Nurhakim dan Nurhana mengajukan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang tak menerima gugatan mereka atas Nenek Fatimah. Keduanya merasa paling berhak atas tanah yang disengketakan itu.

"Buktinya, sertifikat tanah itu masih atas nama klien kami," kata pengacara Nurhakim dan Nurhana, M Singarimbun dikutip Dream dari Merdeka.com, Kamis 30 Oktober 2014.

Singarimbun menambahkan, putusan majelis hakim juga berbeda dari gugatan yang diajukan. Hakim menilai ada dua pokok perkara dalam satu gugatan, sehingga tidak diterima.

"Dalam gugatan itu ada wanprestasi. Padahal kita mengajukan kasus perbuatan melawan hukum, yakni Fatimah menempati tanah milik klien kami tanpa izin," ujar dia. [Baca juga: Gugatan Rp 1 Miliar Anak Kandung Nenek Fatimah, Ditolak !]

Oleh karena itu, kata Singarimbun, Nurhakim dan Nurhana yakin banding yang akan diajukan tersebut dapat diterima dan menjadi pertimbangan hakim. "Dari awal sidang, kami sangat yakin menang. Hakim jangan sampai terbawa opini tetapi semestinya menegakkan putusan yang sebenarnya," tutur Singarimbun.

Sertifikat tanah seluas 397 meter persegi yang berlokasi di Jalan KH Hasyim Asari, RT 02/01 Nomor 11, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, itu memang masih atas nama Nurhakim. Menurut Fatimah, sejak suaminya, Abdurrahman –yang juga ayah Nurhana– membeli tanah itu pada 1978, Nurhakim –yang merupakan menantu Fatimah– mau melakukan balik nama.

Fatimah mengatakan menantunya itu telah menyerahkan sertifikat tanah, namun tak mau melakukan balik nama karena beralasan masih keluarga. Sehingga tak perlu melakukan balik nama atas tanah yang diperjualbelikan itu. [Bac ajuga: Kondisi Miris Nenek Fatimah, Digugat Anak Kandung Rp 1 Miliar]
Namun belakangan, Nurhakim dan Nurhana menggugat tanah itu. Mereka berdalih sejak transaksi hingga meninggal, Abdurrahman tak membayar uang atas tanah, yang kala transaksi disepakati seharga Rp 10 juta. Meski keterangan itu ditolak Fatimah. [Baca juga: Alasan Nurhana Gugat Ibu Kandung Rp 1 Miliar] (Ism/dream)

Pria Baya Meninggal Dunia Ketika Bersujud di Masjidil Haram

Belum diketahui identitas si pria.
SMO.COM - Seorang pria Saudi meninggal saat ia tengah bersujud untuk berdoa di Masjidil Haram, Mekah. Petugas polisi bergegas ke arah pria itu untuk menyelamatkannya, tetapi si pria yang tidak disebutkan identitasnya sudah tak bernyawa, demikian laporan harian lokal berbahasa Arab, Ajel.

"Petugas keamanan mencoba menyelamatkan orang itu. Ambulans juga sudah tiba di lokasi, tapi kematian lebih cepat datang," kata surat kabar itu tanpa menyebutkan usia pria itu atau bagaimana dia meninggal.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab kematian si pria.

(Sumber: Emirates 24/7/dream)

Kakek Tua Meninggal di Becaknya Sendiri

Opa harus istirahat selamanya di jok sadel becak yang selalu menemani kesehariannya mencari nafkah.
SMO-COM - Meski tubuhnya sudah renta, saban hari Opa selalu semangat menarik becak. Tujuannya cuma satu; demi dapur tetap mengepul. Namun perjuangan kakek (72) tahun itu harus terhenti, Kamis pagi kemarin, pukul 06.00 WIB. Opa harus istirahat selamanya di jok sadel becak yang selalu menemani kesehariannya mencari nafkah.

Opa tak sadarkan diri setelah mengayuh dan masih berada di atas jok becaknya di Jalan Sudirman tepatnya depan ruko nomor 131, Kec Astana Anyar, Kota Bandung.
Saat itu ia memang tampak lelah untuk kemudian menghentikan laju roda tiganya dan menepi di kawasan ruko jalan Sudirman.

Menurut keterangan Kanitlantas Polsek Astana Anyar, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Asep Surahman, tidak ditemukan ada tanda- tanda kekerasan di tubuh Opa yang merupakan warga asal Cihampelas, Cililin, KBB.
"Tim dari Inafis sudah periksa. Diduga karena kelelahan dan mengalami sakit yang dideritanya."
Dari keterangan warga, Opa masih menarik becak sekitar pukul 05.00 pagi.

Salah satu kerabatnya, Yayan mengatakan Opa sudah kurang pas lagi menarik becak kayuh mengingat kondisi tubuh yang tak lagi prima. "Pada saat menarik becak sudah kelihatan sesak nafas," ujar AKP Asep menuturkan keterangan dari Yayan. Jenazah langsung dibawa ke RS Sartika Asih. Polisi sudah menghubungi keluarga Opa.
(Ism, Sumber: prfmnews.com)

Revolusi Mental Narkoba: Diskusi Forum Wartawan Polri

Written By suara metro online on Rabu, 29 Oktober 2014 | 22.28

SMO.COM - Diskusi Forum Wartawan Polri Kamis 30/10) yang mengundang Kepala BNN Anang Iskandar cukup seru. Dalam diskusi yang bertajuk Revolusi Mental Narkoba. Anang menjelaskan. Undang-undang (UU) No 35/2009 tentang Narkotika adalah UU yang sangat “seksi”, sangat keras terhadap para pengedar narkoba, karena diberlakukannya hukuman minimum, dapat dijatuhi hukuman terberat (hukuman mati), bahkan diperberat dengan perampasan aset pelakunya, disisi lain sangat humanis terhadap Penyalah Guna meskipun Penyalah Guna narkoba dilarang dan dinyatakan sebagai kejahatan “mogol”, bukan tindak pidana ringan dan juga bukan tindak pidana berat, karena diancam dengan hukuman penjara maximal 4 tahun (pasal 127), yang menurut hukum acara diatur secara berbeda. Humanis karena mendekriminalisasikan Penyalah Guna, dengan ketentuan Penyalah Guna dan dalam keadaan ketergantungan yang dikenal dengan pecandu baik bermasalah dengan hukum maupun tidak oleh UU diwajibkan untuk direhabilitasi (pasal 54).

Diskusi yang dilakukan di Balai Wartawan Polri Polda Metro Jaya itu. Anang menjelaskan.
Penyalah Guna yang dalam ketergantungan ini apabila bermasalah dengan hukum diberi alternatif penghukuman berupa “hukuman rehabilitasi” terbukti salah maupun tidak di pengadilan dan masa menjalani “rehabilitasi” ini diperhitungkan sebagai masa menjalani hukuman (pasal 103), dimana tujuan yang merupakan “roh” undang – undang narkotika adalah menjamin upaya pengaturan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial bagi Penyalah Guna dan Pecandu (pasal 4), pada hakekatnya penanganan Penyalah Guna dan Pecandu yang bermasalah dengan hukum, oleh UU dijamin bermuara di tempat rehabilitasi, bukan dipenjara.

Sedangkan Penyalah Guna dalam keadan ketergantungan, yang melaporkan diri ke Rumah sakit atau Puskesmas yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan, yang berfungsi sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk mendapatkan perawatan, dinyatakan oleh undang undang “tidak dituntut pidana”. Kemudian setelah mendapatkan perawatan ternyata yang bersangkutan kambuh kembali, UU memastikan tetap tidak dituntut pidana (pasal 128).
“Seksinya” undang – undang narkotika saat ini, karena Indonesia ikut menandatangi konvensi – konvensi Internasional tentang narkotika dan diadopsi kedalam UU narkotika yang berlaku saat ini. Konvensi tunggal tentang narkotika tahun 1961 menghasilkan keputusan bahwa masalah penggunaan narkoba illegal masuk dalam lingkup pelanggaran hukum dan penggunaanya dinyatakan sebagai kejahatan serius yang harus dihukum pidana, kemudian pada Amandemen Konvensi tunggal tentang narkotika tahun 1972, menghasilkan Amandemen Protokol 1971 dan ditambahankan ketentuan bahwa, masalah penggunaan Narkoba illegal masuk juga lingkup kesehatan, dimana pengguna Narkoba sebagai orang sakit diperlukan upaya pemulihan melalui rehabilitasi. Dalam sidang PBB tentang narkotika dan psikotropika, tahun 1988, menghasilkan keputusan bahwa pengguna narkoba yang bermasalah dengan hukum diberikan alternatif berupa hukuman “rehabilitasi”.
Siapakah Penyalah Guna ?
Menurut UU No. 35/2009 tentang narkotika yang dimaksud dengan Penyalah Guna adalah orang yang menggunakan narkotika tanpa hak atau melawan hukum (pengguna illegal) dalam bahasa sehari – hari masyarakat dikenal sebagai pengguna atau orang mengkomsumsi narkoba .
Penyalah Guna yang bermasalah dengan hukum dalam kontruksi hukum positif berdiri pada dua dimensi, dimensi kesehatan dan dimensi hukum. Oleh karena itu undang – undang narkotika kita menganut double track system pemidanaan, yaitu Penyalah Guna dan dalam keadaan ketergantungan dapat dihukum pidana dan dapat juga dihukum rehabilitasi.
Saat ini yang terjadi adalah para Penyalah Guna dikontruksikan masuk pada dimensi hukum murni, tanpa dilakukan penilaian apakah dan bagaimankah peran Penyalah Guna tersebut, apakah sudah kecanduan atau bagaimana tingkat kecanduannya, sehingga dimensi kesehatan sangat penting untuk menentukan hal tersebut. Tidak dilakukannya penilaian ini menyebabkan Penyalah guna lepas dari dimensi kesehatan, hal ini bertentangan dengan hukum acara dan aspek Hak Asasi Manusia.
Pilihan memasukkan para Penyalah Guna dalam dimensi hukum murni (berdasarkan konvensi 1961), tanpa mengindahkan dimensi kesehatan (hasil sidang PBB tentang narkotika dan psikotropika tahun 1988) menyebabkan permasalahan penyalahgunaan narkoba jauh dari akses untuk mendapatkan rehabilitasi, sehingga permasalahan penyalahgunaan narkoba dunia belum dapat diatasi dan hanya dapat ditekan. Hal tersebut seiring dengan yang terjadi di Indonesia saat ini. Bahkan yang terjadi saat ini “Perang melawan narkoba yang sudah dilaksanakan lebih dari 40 tahun, dianggap gagal oleh masyarakat dunia, karena yang diperangi penggunanya bukan cartelnya saja”.
Ekspektasi terhadap dekriminalisasi pengguna Narkoba
Dengan mendekatkan akses rehabilitasi terhadap pengguna narkoba, diharapkan mereka yang sudah terlanjur mengkonsumsi narkoba dapat pulih, sehingga mereka tidak terbebani kerugian “ekonomi dan sosial”, masa depan mereka lebih baik. Hal tersebut juga berdampak pada menurunya permintaan atau kebutuhan akan narkoba, sehingga “bisnis” narkoba cenderung “tidak laku”.

Dengan ditempatkannya pengguna narkoba kedalam rehabilitasi, diharapkan masalah yang saat ini terjadi di Lembaga Pemasyrakatan yaitu over load, drug related crime di dalam Lapas dapat diminimalisir.
Dampak sesungguhnya yang diinginkan dari dekriminalisasi pengguna narkoba adalah, timbulnya keiinginan dari masyarakat yang sudah terlanjur mengkonsumsi narkoba untuk menyembuhkan diri secara mandiri, dan memenuhi kewajiban yang diatur dalam UU yaitu melaporkan diri secara secara sukarela ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), untuk mendapatkan perawatan sehingga perbuatan mengkonsumsi narkoba tidak dituntut pidana, (pasal 128).

Ekspektasi ini sejalan dengan “roh” UU Narkotika, yaitu menyelamatkan Bangsa Indonesia dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis dan sosial bagi penyalah guna dan pecandu narkotika.
Dekriminalisasi ≠ legalisasi

Dekriminalisasi secara umum diartikan suatu proses penghapusan sama sekali sifat dapat dipidananya suatu perbuatan, yang semula merupakan tindak pidana dan juga penghapusan sanksinya berupa pidana yang sering diartikan sebagai legalisasi oleh masyarakat.

UU Narkotika kita mengatur tentang dekriminalisasi Penyalah Guna Narkoba, namun tidak secara explisit menyatakannya. Itu sebabnya terjadi kerancuan dengan legalisasi dan sering keliru dipahami. Menurut Europion Monitoring Centre for Drugs and Drug Addiction (EMCDDA) yang berpusat di Lisbon, Portugal, menggaris bawahi ; Decriminalisation of drug possession or use can be defined as “removal of sanctions under criminal law, with optional use of administrative sanctions, such as the application of civil fines or court ordered therapeutic responses”. Oleh karena itu saya mendefinisikan berdasarkan hukum positif kita ; dekriminalisasi Penyalah Guna adalah “pemilihan sanksi rehabilitasi dari pada sanksi pidana. Membawa, memiliki, menguasai, menggunakan narkotika dengan jumlah tertentu untuk diri sendiri, merupakan perbutan melanggar hukum pidana, tetapi tidak dijatuhi sanksi pidana penjara, melainkan sanksi untuk melaksanakan rehabilitasi”.

Fakta Empiris
Indonesia dihadapkan pada bertambahnya jumlah pengguna narkoba dari tahun ke tahun, hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya prevalensi pengguna narkotika yang saat ini sudah mencapai 2,23% atau sekitar dengan 4,2 Juta orang.

Berdasarkan data terakhir per 12 Agustus 2014, dari Ditjen Pemasyarakatan, jumlah Napi yang terkait dengan masalah narkoba sebesar 49.896 orang, yang terdiri dari Produsen sekitar 952 orang, Bandar 5.430 orang, Pengedar 22.092 orang, Penadah 2.490 orang, dan Pengguna sebesar 18.905 orang.
Masalah lain yang timbul adalah drug related crime, dalam wajah ditemukannya peredaran narkoba dan pabrik narkoba, yang beroperasi di dalam lapas, ditemukan pula bisnis narkoba di dalam dan dikendalikan dari dalam Lapas.

Di luar Lapas, dalam kehidupan sehari – hari, pengguna narkoba yang sudah dalam kondisi ketergantungan, sering melakukan tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Kita Pilih Yang Mana ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, yang paling utama adalah menyamakan persepsi antar penegak hukum dan masyarakat, bahwa pengguna narkoba adalah orang sakit yang harus diselamatkan.
Institusi penegak hukum dan pengemban fungsi kesehatan serta sosial telah mengambil langkah maju, melalui peraturan bersama yang pada intinya sepakat untuk penanganan pengguna narkoba yang bermasalah dengan hukum, bermuara pada hukuman rehabilitasi.(hais)

Hukum Memandang Wajah Wanita yang Bukan Mahram.

Dari Jarir bin Abdillah radliyallahu ‘anhu , ia berkata,
سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ عَنْ نَظْرَةِ الْفَجَاءَةِ, فَأَمَرَنِيْ أَنْ أَِصْرِفَ بَصَرِيْ
“Saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tidak sengaja), maka beliau memerintahan aku untuk memalingkan pandanganku”[7]

Dari Buraidah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ali radliyallahu ‘anhu,
يَا عَلِيّ ُ! لاَتُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ, فَإِنَّمَا لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأَخِيْرَةُ
“Wahai Ali janganlah engkau mengikuti pandangan (pertama yang tidak sengaja) dengan pandangan (berikutnya), karena bagi engkau pandangan yang pertama dan tidak boleh bagimu pandangan yang terakhir (pandangan yang kedua)”[8]

Dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membonceng Al-Fadl lalu datang seorang wanita dari Khots’am. Al-Fadl memandang kepada wanita tersebut –dalam riwayat yang lain, kecantikan wanita itu menjadikan Al-Fadl kagum- dan wanita itu juga memandang kepada Al-Fadl, maka Nabipun memalingkan wajah Al-Fadl kearah lain (sehingga tidak memandang wanita tersebut)…”[9]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memalingkan wajah Al-Fadl sehingga tidak lagi memandang wajah wanita tersebut, jelaslah hal ini menunjukan bahwa memandang wajah seorang wanita (yang bukan mahram) hukumnya haram.[10]


Bahayanya Tidak Menjaga Pandangan Mata.

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
العَيْنَانِ تَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا النَّظْرُ
“Dua mata berzina, dan zina keduanya adalah pandangan”[11]

Penamaan zina pada pandangan mata terhadap hal-hal yang haram merupkan dalil yang sangat jelas atas haramnya hal tersebut dan merupakan peringatan keras (akan bahayanya), dan hadits-hadits yang semakna hal ini sangat banyak[12]

Allah berfirman,
قلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا يَصْنَعُوْنَ وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ....
Katakanlah kepada para lelaki yang beriman, “Hendaknya mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”, dan katakanlah kepada para wanita yang beriman, “Hendaknya mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka…..

Hingga firman Allah diakhir ayat…
وَتُوْبُوْا إِلَى اللهِ جَمِيْعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Dan bertaubatlah kalian sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman semoga kalian beruntung. (An-Nuur 30-31)

Berkata Syaikh Utsaimin,“Ayat ini merupakan dalil akan wajibnya bertaubat karena tidak menundukan pandangan dan tidak menjaga kemaluan -menundukkan pandangan yaitu dengan menahan pandangan dan tidak mengumbarnya- karena tidak menundukkan pandangan dan tidak menjaga kemaluan merupakan sebab kebinasaan dan sebab kecelakaan dan timbulnya fitnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada finah para wanita.[13]


وَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء
Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah fitnah wanita.[14]

Oleh karena itu musuh-musuh Islam bahkan musuh-musuh Allah dan RasulNya dari golongan Yahudi, Nasrani, orang-orang musyrik, dan komunis, serta yang menyerupai mereka dan merupakan antek-antek mereka , mereka semua sangat ingin untuk menimpakan bencana ini kepada kaum muslimin dengan (memanfaatkan) para wanita. Mereka mengajak kepada ikhtilath (bercampur baur) antara para lelaki dan para wanita dan menyeru kepada moral yang rusak. Mereka mempropagandakan hal itu dengan lisan-lisan mereka, dengan tulisan-tulisan mereka, serta dengan tindak-tanduk mereka -Kita berlindung kepada Allah- karena mereka mengetahui bahwa fitnah yang terbesar yang menjadikan seseorang melupakan Robnya dan melupakan agamanya hanyalah terdapat pada wanita.[15]
Dan para wanita memberi fitnah kepada para lelaki yang cerdas sebagaimana sabda Nabi,


مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَ دِيْنٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ
“Tidak pernah aku melihat orang yang kurang akal dan agamanya yang lebih membuat hilang akal seorang lelaki tegas dari pada salah seorang dari kalian (wahai para wanita)”.[16]

Apakah engkau ingin (penjelasan) yang lebih jelas dari (penjelasan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang gamblang) ini?

Tidak ada yang lebih dari para wanita dalam hal melalaikan akal seorang laki-laki yang tegas, lalu bagiamana dengan pria yang lemah, tidak memiliki ketegasan, tidak memiliki semangat, tidak memiliki agama dan kejantanan? Tentunya lebih parah lagi.

Namun seorang pria yang tegas dibuat “teler” oleh para wanita –kita mohon diselamatkan oleh Allah- dan inilah kenyataan yang terjadi. Oleh karena itu setelah Allah memerintah kaum mukminin untuk menundukan pandangan Allah berkata,
وَتُوْبُوْا إِلَى اللهِ جَمِيْعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Dan bertaubatlah kalian sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman semoga kalian beruntung.

Maka wajib atas kita untuk saling menasehati untuk bertaubat dan hendaknya saling memperhatikan antara satu dengan yang lainnya apakah seseorang diantara kita telah bertaubat ataukah masih senantiasa tenggelam dalam dosa-dosanya, karena Allah mengarahkan perintah untuk bertaubat kepada kita semua.” [17]

Perintah Allah secara khusus untuk bertaubat dari tidak menjaga pandangan mata menunjukan bahwa hal ini bukanlah perkara yang sepele. Pandangan mata merupakan awal dari berbagai macam malapetaka. Barangsiapa yang semakin banyak memandang kecantikan seorang wanita yang bukan mahramnya maka semakin dalam kecintaannya kepadanya hingga akhirnya akan mengantarkannya kepada jurang kebinasaannya, Wal ‘iyadzu billah[18]

Berkata Al-Marwazi,“Aku berkata kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad bin Hanbal), Seseorang telah bertaubat dan berkata ,”Seandainya punggungku dipukul dengan cambuk maka aku tidak akan bermaksiat”, hanya saja dia tidak bisa meninggalkan (kebiasaan tidak menjaga) pandangan?”, Imam Ahmad berkata, “Taubat macam apa ini”?[19]

Berkata Syaikh Muhammad Amin, “Dengan demikian engkau mengetahui bahwasanya firman Allah يَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ (Dia mengetahui pandangan mata yang berhianat)[20] merupakan ancaman terhadap orang yang berkhianat dengan pandangannya yaitu dengan memandang kepada perkara-perkara yang tidak halal baginya”[21]

Berkata Ibnu Abbas menafsirkan ayat ini يَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ (Dia mengetahui pandangan mata yang berhianat)[22], “Seorang pria berada bersama sekelompok orang. Kemudian lewatlah seorang wanita maka pria tersebut menampakkan kepada orang-orang yang sedang bersamanya bahwa dia menundukkan pandangannya, namun jika dia melihat mereka lalai darinya maka diapun memandang kepada wanita yang lewat tersebut, dan jika dia takut ketahuan maka diapun kembali menundukkan pandangannya. Dan Allah telah mengetahui isi hatinya bahwa dia ingin melihat aurat wanita tersebut.”[23]

Dari Abdullah bin Abi Hudzail berkata, “Abdullah bin Mas’ud masuk dalam sebuah rumah mengunjungi seseorang yang sakit, beliau bersama beberapa orang. Dan dalam rumah tersebut terdapat seorang wanita maka salah seorang dari mereka orang-orang yang bersamanya memandang kepada wanita tersebut, maka Abdullah (bin Mas’ud) berkata kepadanya,“Jika matamu buta tentu lebih baik bagimu””[24]

Jangankan memandang paras ayu sang wanita, bahkan memandangnya dari belakangnya saja, atau bahkan hanya memandang roknya saja bisa menimbulkan fitnah. Akan datang syaithan dan mulai menghiasi sekaligus mengotori benak lelaki yang memandangnya dengan apa yang ada di balik rok tersebut. Jelaslah pandangannya itu mendatangkan syahwat.

Berkata Al-‘Ala’ bin Ziyad, “Janganlah engkau mengikutkan pandanganmu pada pakaian seorang wanita. Sesungguhnya pandangan menimbulkan syahwat dalam hati”

Demikianlah sangat takutnya para salaf akan bahayanya mengumbar pandangan, dan perkataan mereka ini bukanlah suatu hal yang berlebihan, bahkan bahaya itupun bisa kita rasakan. Namun yang sangat menyedihkan masih ada di antara kita yang merasa dirinya aman dari fitnah walaupun mengumbar pandangannya. Hal ini tidaklah lain kecuali karena dia telah terbiasa melakukan kemaksiatan, terbiasa mengumbar pandangannya, sehingga kemaksiatan tersebut terasa ringan di matanya. Dan ini merupakan ciri-ciri orang munafik. Berkata Abdullah bin Mas’ud r,

إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوْبَهُ كَأَنَّهُ قَاعٍِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوْبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ فَقَالَ بِهِ هَكَذَا
“Seorang mu’min memandang dosa-dosanya seperti gunung yang ia berada di bawah gunung tersebut, dia takut (sewaktu-waktu) gunung tersebut jatuh menimpanya. Adapun seorang munafik memandang dosa-dosanya seperti seekor lalat yang terbang melewati hidungnya lalu dia pun mngusir lalat tersebut.”[25]

Bahkan tatkala seseorang sedang melaksanakan ibadah sekalipun, hendaknya dia tidak merasa aman dan tetap menjaga pandangannya.

Berkata Al-Fadl bin ‘Ashim,”Tatkala seorang pria sedang thawaf di ka’bah tiba-tiba dia memandang seorang wanita yang ayu dan tinggi semampai, maka diapun terfitnah disebabkaan wanita tersebut, hatinyapun gelisah. Maka diapun melantunkan sebuah syair,

Aku tidak menyangka kalau aku bisa jatuh cinta....tatkala sedang thawaf mengelilingi rumah Allah yang diberi “kiswah”[26]…
Hingga akhirnya akupun ditimpa bencana maka jadilah aku setengah gila…
Gara-gara jatuh cinta kepada seorang seorang wanita yang parasnya menawan laksana rembulan…
Duhai…sekirainya aku tidak memandang elok rupanya

Demi Allah apa kiranya yang bisa aku harapkan dari pandanganku dengan memandangnya? “[27]
Berkata Ma’ruf Al-Kurkhi , “Tundukkanlah pandangan kalian walaupun kepada kambing betina”
Berkata Sufyan At-Tsauri menafsirkan firman Allah وَخُلِقَ الإِنْساَنُ ضَعِيْفًا (Dan manusia dijadikan bersifat lemah 4,28), “Seorang wanita melewati seorang pria, maka sang pria tidak mampu menguasai dirinya untuk menunudukkan pandangannya pada wanita tersebut…maka adakah yang lebih lemah dari hal ini?”[28]
Berkata seorang penyair ,”Namun kadang seorang pria tak berdaya, tekuk lutut dibawah kerling mata wanita”

(FB - Kumpulan Kajian)

TEKNIK KEMPISKAN PERUT BUNCIT

SMO.COM - Masa anak remaja perut kempis je..agak-agak buncit buat senaman kempiskan sikit, perbetulkan diet sikit, perut sudah kempis balik. Itu dulu!!!..Tapi Sekarang macamana nak kempiskan perut???

Sudah mati akal fikirkan cara kempiskan perut, anak baru seorang dua tetapi perut buncit macam umur dah separuh abad. Takkan nak biarkan aje..Kita pun teringin nak pakai baju ikut bentuk tubuh, Mesti la nak jaga mata suami, nak ikat suami tersayang. Suami pun dah jeling-jeling, siap ada yang sindir-sindir lagi. Waduh-waduh..pedih ni, pening ni..

Macam-macam sudah cuba, cara berdiet sudah betul, corak pemakanan dah jaga, senaman pun sudah semakin kerap, petua-petua kempiskan perut pun dah buat.Semua yang dibuat sudah betul ni..tapi perut tetap buncit, tiada tanda-tanda kempiskan perut.

Kenapa sukar nak kempiskan perut? Mahu tahu TEKNIK BERKESAN kempiskan perut?

Jadi baca lagi Entry ni sampai habis ^_^

Perut kita ni terdiri daripada otot dan selain menyimpan segala usus kecik dan besar serta rahim, lemak juga tersimpan dalam perut.  Jadi, selepas kelahiran, kebiasaannya otot-otot sudah mengembang dan ada di antara kita tidak dapat kempiskan perut walaupun sudah bertungku dan mengikuti cara berpantang dengan betul.

Jadi, ketahui..




TEKNIK KEMPISKAN PERUT DENGAN BERKESAN


sihatmacamyaya



Teknik Kempiskan Perut 60 Saat - Mudah dan Berkesan

Amalkan senaman kempiskan perut dengan mudah dan berkesan. Caranya kempiskan perut anda selama 60 saat dan lepaskan. Lakukan dengan kerap. Bila kerap buat senaman kempiskan perut ni, otot bahagian perut ni akan 'bekerja' dan otot yang seperti spring kendur akan menegang kembali dan otot perut kelihatan pejal.

Mudah sangat-sangatkan. Boleh guna teknik kempiskan perut ni sambil kita duduk depan komputer, sambil bawak kereta tersangkut plak ditengah 'jam' boleh buat senaman kempiskan perut. Sambil tengok wayang dengan suami boleh juga curi-curi buat senaman kempiskan perut. Orang lain tak nampak pun ^_^. 

Credit to: Norita Idris





Amalkan 60 SAAT KEMPISKAN PERUT dengan Tips Kempiskan Perut

1.  Ikuti diet pemakanan yang betul sesuai dengan keperluan usia anda
2.  Elakkan minum sambil berdiri
3.  Elakkan makan bersulam minum
4.  Minum sedikit demi sedikit iaitu 2-3 kali teguk untuk setiap helaan nafas.
5.  Ambil makanan rendah kalori
6.  Minum ESP - protein soya shaklee untuk membina otot yang mantap dan sihat
7.  Herblax  Shaklee untuk  - nyah toksik dalam perut


Mudah sangat nak buat teknik kempiskan perut. Cuma 60 saat setiap kali, dimana-mana pun boleh lakukan senaman kempiskan perut ni. Demi suami tercinta dan juga untuk keyakinan diri yang mantap jom usaha kempiskan perut anda. Diri kita adalah yang paling cantik di mata suami ^__^
  Atiqah Aziz
 
Support : Creating Website | Suara Metro Online | SMO MANAGEMENT
Copyright © 2009. * - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by HaKIM Moesthaf
Proudly powered by SMO Online